GET !NSIGHT NASIONAL

Mimpi Prabowo: Tidak Boleh ada Anak Miskin Yang Takut Bermimpi

“Sebuah cita-cita besar untuk mengakhiri nasib buruk yang terwariskan. Lewat Sekolah Rakyat, Mimpi Prabowo adalah memastikan kasta ekonomi tak lagi jadi penghalang bagi anak bangsa untuk menjadi pemimpin.”

GET !NSIGHT

Presiden Prabowo Subianto baru saja meletakkan batu pertama bagi sebuah ambisi besar yang paling personal dalam hidupnya: menghapuskan kemiskinan ekstrem di Indonesia sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029. Saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serentak di 34 provinsi pada Senin (12/1), narasi yang keluar dari lisan Presiden bukan sekadar retorika seremoni. Ini adalah manifesto aksi untuk memutus rantai kemiskinan antar-generasi yang selama puluhan tahun menjadi hantu dalam sistem sosial kita. Mimpi besar Prabowo sangat spesifik: anak pemulung hingga buruh tani tidak boleh lagi terkurung dalam garis nasib yang suram; mereka harus memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi dokter, insinyur, hingga pemimpin bangsa melalui sistem pendidikan yang dibiayai penuh oleh negara.

​Langkah ini menjadi sangat menarik jika ditarik benang merahnya dengan pemikiran visioner beliau dalam buku Paradoks Indonesia yang selama ini kita bedah berseri di GetNews. Dalam buku tersebut, Prabowo dengan tajam menyoroti kontradiksi antara kekayaan alam Indonesia yang melimpah dengan kondisi rakyatnya yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan. Resep yang ditawarkan dalam bukunya—yakni penguatan sumber daya manusia dan kedaulatan ekonomi—kini mulai mewujud dalam bentuk infrastruktur pendidikan yang nyata. Sekolah Rakyat adalah cara Prabowo menjawab paradoks tersebut; memastikan bahwa “kebocoran” potensi manusia Indonesia tidak lagi terjadi hanya karena ketiadaan biaya sekolah.

Manifesto Pendidikan 2029

“Mimpi saya adalah melihat anak buruh tani dan pemulung berdiri sejajar sebagai pemimpin bangsa. Sekolah Rakyat adalah jembatan untuk mengubah mimpi itu menjadi kenyataan.”

— Prabowo Subianto, Peresmian Sekolah Rakyat (12/1/2026)

Kaitan antara kebijakan hari ini dan seri Paradoks Indonesia di GetNews memberikan gambaran utuh bahwa Prabowo sedang menjalankan apa yang pernah ia tuliskan. Jika dalam tulisan-tulisannya ia banyak mengkritik sistem yang membiarkan kekayaan negara mengalir keluar, maka melalui Sekolah Rakyat, ia sedang membangun “bendungan” intelektual agar kekayaan SDM kita tetap berada di dalam negeri dan menjadi motor penggerak ekonomi. Integrasi antara pendidikan gratis, pemenuhan gizi, dan kepastian akses bagi keluarga tidak mampu adalah strategi “perang” melawan kemiskinan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Poin Paradoks IndonesiaImplementasi Sekolah RakyatTarget Strategis 2029
Ketimpangan EkonomiAkses penuh bagi anak keluarga pemulung & buruh tani.Nol Kemiskinan Ekstrem.
Kebocoran SDMPendidikan dibiayai penuh oleh negara di 34 Provinsi.Lahirnya Dokter & Insinyur Baru.
Kedaulatan BangsaKurikulum berkualitas untuk memutus rantai generasi.Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat.

Ke depan, Sekolah Rakyat akan menjadi barometer sejauh mana pemerintah mampu merealisasikan janji-janji dalam kampanye dan pemikiran filosofis sang Presiden. Tantangannya bukan hanya pada pembangunan gedung, tapi pada konsistensi negara dalam menjamin kualitas pengajaran yang setara dengan sekolah elit. Lewat peresmian 166 sekolah ini, Prabowo sedang mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru tanah air: bahwa mimpi menghapuskan paradoks Indonesia sedang dimulai dari dalam ruang kelas, di mana setiap anak Indonesia kini punya hak untuk bermimpi setinggi langit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *