Nasional NEWS

Misi Kemanusiaan Praja IPDN: Pulihkan ‘Syaraf’ Pemerintahan Desa di Aceh dan Sumatra

Mendagri Tito Karnavian (kiri) melepas praja IPDN untuk membantu mempercepat pemulihan pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten (3/1/2026). (Foto: Dok. Pusat Penerangan Kemendagri)
Public Governance Audit

“Getnews+ Governance Audit analyzes the deployment of 1,138 IPDN cadets by the Ministry of Home Affairs to restore administrative functionality in disaster-stricken provinces. With over 1,500 village offices incapacitated across Aceh and Sumatra, this mission shifts focus from physical debris removal to ‘Systemic Rehabilitation.’ By deploying skilled civil service cadets to reactive vital public services like population administration, the government aims to prevent a governance vacuum in regions where 22 villages were completely erased by the disaster.”

TANGERANG, getnews. — Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, resmi memberangkatkan 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatra. Penugasan khusus ini difokuskan untuk menghidupkan kembali layanan dasar pemerintahan yang lumpuh total di ribuan desa terdampak.

​Pemberangkatan tahap pertama dilakukan melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (3/1/2026). Mendagri menegaskan bahwa kehadiran praja IPDN sangat krusial mengingat data menunjukkan 22 desa dinyatakan hilang dan ribuan kantor desa mengalami kerusakan berat.

​”Fokus kita adalah memulihkan fungsi pemerintahan. Ada 1.580 kantor desa yang terdampak di tiga provinsi, dan layanan administrasi publik tidak boleh berhenti terlalu lama,” tegas Tito Karnavian.

Data Dampak & Prioritas Pemulihan Pemerintahan 2026

​Aceh menjadi titik perhatian utama dengan kerusakan infrastruktur pemerintahan desa yang paling masif dibandingkan wilayah Sumatra lainnya.

Governance Recovery Dashboard: Village Office Impact
Provinsi TerdampakDesa HilangKantor Desa Rusak
Aceh13 Desa1.455
Sumatera Utara8 Desa93
Sumatera Barat1 Desa32
TOTAL TERDAMPAK22 DESA1.580 KANTOR
Sumber: Data Kemendagri / Satgas Pemulihan Nasional (Update: 3 Jan 2026)

Dua Misi Utama: Kerja Fisik dan Administrasi

​Selama satu bulan ke depan, para praja IPDN beserta pengasuh akan mengemban tugas ganda. Selain terlibat dalam pembersihan material pascabencana, inti dari misi ini adalah dukungan teknis pada Administrasi Kependudukan (Dukcapil) dan pengaktifan kembali layanan publik yang terhenti.

​Di Aceh, wilayah yang masih menjadi prioritas pemulihan meliputi Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Sementara di Sumatera Utara, fokus tertuju pada Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga. Penempatan praja ini diharapkan mampu mencegah kekosongan birokrasi di tingkat tapak pasca musibah besar tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *