GET PLANET

Model Keberhasilan Konservasi Berbasis Masyarakat di Indonesia

Taman laut Bunaken Manado (istimewa)

GET PLANET – Beberapa wilayah di Indonesia telah membuktikan bahwa keterlibatan warga lokal justru memperkuat kelestarian alam dibandingkan dengan larangan kaku dari pemerintah pusat.

Konsep Konservasi Berbasis Masyarakat (KBM) di beberapa wilayah Indonesia yang sukses menyeimbangkan perlindungan alam dengan kesejahteraan warga. Model-model ini dapat menjadi referensi solusi untuk permasalahan di Taman Nasional Bunaken.

WilayahKonsep yang DiterapkanHasil & Dampak
Raja Ampat, Papua BaratSasi Laut & Hak Adat. Masyarakat adat memiliki hak kelola wilayah laut melalui hukum adat Sasi (buka-tutup area tangkap).Populasi ikan meningkat drastis, terumbu karang terjaga, dan warga mendapatkan penghasilan dari retribusi wisata.
Pangandaran, Jawa BaratKemitraan Komunitas Lokal. Warga lokal dilibatkan dalam patroli laut dan pengelolaan jasa wisata di kawasan konservasi.Menekan angka penangkapan ikan ilegal dan menciptakan lapangan kerja baru sebagai pemandu wisata edukasi.
Wakatobi, Sulawesi TenggaraZonasi Partisipatif. Penentuan zona inti dan zona pemanfaatan dilakukan melalui dialog langsung dengan nelayan tradisional.Masyarakat tidak merasa “terasing” dari lautnya sendiri dan aktif melaporkan perusakan lingkungan.

Pelajaran Penting untuk Kasus Bunaken:

  1. Pengakuan Hak Adat/Lokal: Di Raja Ampat, pemerintah mengakui bahwa masyarakat adalah penjaga terbaik karena hidup mereka bergantung pada alam tersebut. Hal ini sejalan dengan pernyataan Agun Gunandjar bahwa warga Bunaken bukan perusak, melainkan pelindung ekosistem.
  2. Zonasi yang Fleksibel: Konservasi tidak harus berarti “pelarangan total”. Di Wakatobi, ada area yang tetap boleh digunakan nelayan tradisional dengan alat tangkap ramah lingkungan, sehingga ekonomi rumah tangga tetap berjalan.
  3. Ekonomi Berkelanjutan: Memastikan bahwa pendapatan dari pariwisata (tiket masuk, sewa alat, pemandu) mayoritas berputar di masyarakat lokal, bukan hanya mengalir ke korporasi besar.

Kesimpulan untuk Masa Depan Bunaken

​Untuk menghindari sikap apatis warga seperti yang dikhawatirkan BAM DPR RI, pemerintah perlu mengadopsi model Co-Management (Pengelolaan Bersama). Di mana pemerintah memberikan payung hukum dan bantuan teknis, sementara masyarakat lokal berperan sebagai pelaksana utama di lapangan.

Baca juga: Dilema Konservasi Bunaken: DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Sampai “Patok” Lahan Hilangkan Ruang Hidup Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *