ACEH NEWS

BNPB Targetkan Pemulihan Aceh Tengah Tuntas Sebelum Ramadan

Anak-anak terdampak bencana hidrometeorologi beraktivitas di huntara Kampung Serempah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Dok. BNPB)

ACEH TENGAH – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyerahkan 252 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu, 15 Februari 2026. Penyerahan secara simbolis ini dilakukan di tengah masa transisi darurat menuju pemulihan pasca-rentetan bencana yang melanda wilayah tersebut sejak akhir 2025.

​Suharyanto menegaskan, percepatan pembangunan hunian merupakan instruksi langsung Presiden untuk memastikan para penyintas dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan layak. “Ini kunjungan keempat saya ke Aceh Tengah. Kami ingin memastikan warga tidak lagi berada di tenda-tenda darurat saat memasuki bulan suci,” ujar Suharyanto dalam keterangannya di hadapan warga Kampung Serempah, Bintang Pepara, dan Burlah.

​Kompleks huntara yang diserahkan kali ini mengusung konsep komunal yang telah dilengkapi infrastruktur dasar. Selain bangunan fisik, BNPB menyediakan instalasi sumur bor air bersih, sistem sanitasi mandiri, hingga jaringan listrik yang dapat diakses warga secara cuma-cuma. Untuk mengisi kebutuhan interior, setiap unit dibekali paket logistik berupa kasur, bantal, tikar, hingga selimut.

​Dukungan lintas sektoral juga diperkuat dengan keterlibatan Kementerian Sosial. “Selain bangunan dari BNPB, ada dukungan tambahan senilai Rp3 juta per unit dari Kementerian Sosial untuk pemenuhan perabotan rumah tangga,” tambah Suharyanto.

Strategic Audit: BNPB Aceh Tengah Recovery

KomponenDetail CapaianVonis
Hunian Fisik252 Unit Huntara Komunal di 3 Kampung.READY FOR RAMADAN
Skema DTHDana Tunggu Hunian Rp600 Ribu/Bulan.SOCIAL SAFETY NET
Fasilitas SosialPembangunan Huntara Sekolah Khusus.EDUCATION FIRST

Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat namun tidak menempati fasilitas huntara, BNPB tetap mengucurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan. Skema ini dirancang sebagai jaring pengaman agar penyintas memiliki fleksibilitas dalam menentukan tempat tinggal sementara selama menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) dimulai.

​Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengapresiasi kehadiran intensif BNPB di wilayahnya, terutama saat status Gunungapi Burni Telong sempat naik ke Level III (Siaga). “Dukungan ini sangat krusial bagi psikologis warga. Mereka merasa tidak ditinggalkan dalam menghadapi transisi pascabencana yang beruntun ini,” ungkapnya.

​Suharyanto juga menanggapi aspirasi terkait pendidikan anak-anak di pengungsian. Merespons kondisi tenda sekolah darurat yang dinilai tidak layak, ia memerintahkan jajarannya untuk segera membangun huntara khusus ruang kelas. BNPB juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) untuk pemenuhan sarana belajar-mengajar.

​Hingga saat ini, proses konstruksi huntara masih berlanjut di titik lain seperti Kecamatan Linge. Dari target 529 unit, sebanyak 198 unit telah berdiri, dengan sisa unit ditargetkan rampung pada pertengahan bulan ini. Seluruh warga yang rumahnya hilang atau berada di zona merah dipastikan akan difasilitasi dalam skema pembangunan hunian tetap di tahap berikutnya.

Verified Source: InfoPublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *