DENPASAR, getnews – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menegaskan bahwa penanganan dan perhatian terhadap mahasiswa terdampak bencana tidak boleh terbatas pada mereka yang berada di lokasi bencana, melainkan harus mencakup mahasiswa perantau yang sedang menempuh pendidikan jauh dari daerah asalnya.
Menurutnya, mahasiswa yang berasal dari daerah bencana tetap menghadapi tekanan psikologis dan kesulitan ekonomi signifikan meskipun berada di luar wilayah terdampak.
“Penanganan mahasiswa yang terkena dampak bencana itu tidak hanya untuk mereka yang berada di lokasi. Mahasiswa yang berada di luar lokasi bencana tetapi berasal dari daerah bencana mesti mendapatkan perhatian serius. Dua-duanya harus diperhatikan,” tegas Esti Wijayati di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Kamis (11/12/2025).
Dispensasi Akademik dan Pencegahan D.O
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti risiko terburuk yang mengintai, yaitu drop out (DO). Ia meminta seluruh kampus memberikan berbagai bentuk dispensasi akademik agar mahasiswa tidak kehilangan kesempatan melanjutkan studi.
Dispensasi ini harus mencakup penundaan skripsi, ujian akhir semester, dan hal lainnya, berlaku baik untuk korban yang berada di lokasi maupun yang berkuliah di luar daerah.
Rektor Universitas Udayana sendiri melaporkan bahwa terdapat sekitar 120 mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak bencana, dan saat ini kampus sedang mendata dampak langsung yang dialami masing-masing.
Gotong Royong dan Kebijakan Pembebasan UKT
Komisi X melalui Ditjen Dikti Ristek mendorong kampus di seluruh Indonesia untuk menggerakkan semangat gotong royong Pancasila.
MY Esti mencontohkan beberapa kampus yang telah mengaplikasikan nilai gotong royong dengan kebijakan nyata:
- Unesa: Menggratiskan UKT untuk ratusan mahasiswa terdampak.
- UPI: Membebaskan biaya kuliah hingga semester delapan.
Ia menekankan bahwa dukungan moral sama pentingnya dengan dukungan finansial.
“Kalau mereka tidak bisa membayar uang kuliah, negara harus hadir. Atau kampus bisa bergotong royong. Itu menunjukkan komitmen nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.
MY Esti menutup dengan pesan dukungan moral agar mahasiswa terdampak tetap berjuang: “Jangan biarkan mereka sendiri, jangan biarkan mereka putus asa… Selesaikan kuliahmu dengan baik, tatap masa depanmu.”
dpr.go.id




