MATARAM — Tahun pertama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri (Iqbal–Dinda), mencatatkan performa positif di sektor ketenagakerjaan. Di tengah tekanan kontraksi ekonomi sektor pertambangan pada awal 2025, pasar kerja NTB justru menunjukkan tren penguatan.
Data menunjukkan, dalam periode Agustus hingga November 2025, tercatat penambahan tenaga kerja baru sebanyak 29,57 ribu orang. Dengan tambahan tersebut, jumlah penduduk bekerja di NTB kini mencapai 3,14 juta orang. Kabar baiknya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 susut menjadi 3,05 persen—angka terendah dibandingkan capaian pada Februari dan Agustus 2025.
”Pemulihan ekonomi tidak berhenti pada statistik pertumbuhan, tetapi benar-benar menciptakan lapangan kerja,” tulis laporan capaian satu tahun tersebut. Peningkatan ini juga ditandai dengan naiknya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), khususnya pada kelompok perempuan, yang mencerminkan membaiknya kepercayaan rumah tangga terhadap kondisi ekonomi daerah.
Pergeseran ke Sektor Produktif
Sektor pariwisata dan konstruksi menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja sepanjang tahun transisi ini. Lapangan usaha akomodasi dan makan minum kembali bergeliat seiring pulihnya mobilitas penumpang udara dan meningkatnya tamu hotel.
Efek gandanya dirasakan langsung oleh pelaku UMKM, pekerja informal, hingga jasa pendukung pariwisata. Selain itu, proyek-proyek konstruksi yang kembali bergerak turut memicu permintaan material lokal dan transportasi, menciptakan lapangan kerja langsung bagi masyarakat sekitar.
Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja
Capaian ini tak hanya soal kuantitas. Proporsi pekerja formal dari kelompok buruh dan karyawan dilaporkan meningkat. Hal ini menandakan pergeseran dari pekerjaan rentan menuju hubungan kerja yang lebih stabil.
Indikator kualitas SDM juga menunjukkan sinyal positif. Penduduk bekerja dengan latar belakang pendidikan Diploma dan Universitas kini mencapai 14,20 persen. “Ini sinyal awal bahwa SDM NTB mulai naik kelas dan terserap ke sektor yang membutuhkan keterampilan khusus,” sebut laporan tersebut.
Artikel lainnya: The 2025 Labor Paradox: Satu Tahun Iqbal–Dinda dan Ilusi Angka




