Nasional NEWS

Mendagri Ungkap 29 Desa di Sumatera Hilang Akibat Banjir dan Longsor

Warga terdampak banjir mengambil barang miliknya menggunakan perahu di Desa Kuala Cangkoy, Aceh Utara, Aceh, Senin (8/12/2025). Berdasarkan data sementara Komando Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh pada Senin (8/12), sebanyak 1.926.119 jiwa terdampak dan 848.870 jiwa di antaranya mengungsi akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan data krusial mengenai dampak bencana alam yang melanda wilayah Sumatera. Sebanyak 29 desa dilaporkan hilang secara fisik akibat terjangan banjir dan tanah longsor. Data ini disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di Gedung DPR RI, Rabu, 18 Februari 2026.

​Menurut Tito, Provinsi Aceh mencatatkan kehilangan desa terbanyak dengan total 21 kampung yang hilang. Wilayah yang terdampak paling parah meliputi Aceh Tamiang, Nagan Raya, dan Gayo Lues. “Ada desa yang hilang karena terbawa longsor atau kena banjir,” ujar Tito di hadapan para anggota Dewan.

​Selain di Aceh, fenomena hilangnya desa juga terdeteksi di Provinsi Sumatera Utara. Mendagri menegaskan bahwa hilangnya entitas desa ini menuntut langkah strategis dari pemerintah, baik terkait relokasi warga maupun penataan ulang administrasi wilayah. Penghapusan kode desa dan penataan ulang batas wilayah menjadi keniscayaan pasca-bencana ini.

Statistik GETNEWS: Dampak Bencana Sumatera 2026

Provinsi / WilayahJumlah Desa HilangStatus Administrasi
Aceh (Tamiang, Nagan Raya, Gayo Lues)21Relokasi Total & Penghapusan Kode Desa
Sumatera Utara8Pendataan & Mitigasi Pengungsi
Total Keseluruhan29Sumber: Rakornas Kemendagri, Feb 2026

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

Radikalisme Fiskal di Lombok Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *