MATARAM – Peta politik Nusa Tenggara Barat (NTB) diprediksi bakal mengalami pergeseran menyusul sinyal pensiun yang dilontarkan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H. Rachmat Hidayat. Politisi senior yang telah dekade memimpin “Banteng” di Bumi Gora ini memastikan bahwa masa jabatannya periode ini akan menjadi fase terakhir dalam karier struktural partainya.
Sinyal mundurnya tokoh sentral tersebut diungkapkan pada hari Sabtu, 14 Februari 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat saat memberikan keterangan kepada media di sela-sela acara konsolidasi internal partai dan evaluasi pasca-pemilu di Mataram. Beliau menegaskan bahwa langkah ini merupakan keputusan final untuk mengakhiri pengabdian panjangnya sebagai nakhoda DPD PDI Perjuangan NTB.
”Ini adalah periode terakhir saya memimpin PDI Perjuangan NTB,” ujar Rachmat, memberikan kepastian mengenai transisi kepemimpinan yang akan datang.
Selama masa jabatannya, Rachmat dikenal sebagai figur yang memiliki daya tawar tinggi di hadapan pengurus pusat dan mampu menjaga soliditas partai di tengah dinamika lokal yang cair. Keputusannya untuk menepi di akhir periode ini dipandang sebagai upaya membuka ruang bagi regenerasi kader baru guna memastikan keberlanjutan partai berlambang moncong putih tersebut di NTB.




