MATARAM – Di tengah sorotan terhadap tata kelola keuangan daerah, sektor pertanian Nusa Tenggara Barat (NTB) justru menunjukkan taji yang luar biasa. Berdasarkan data terbaru Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, NTB berhasil mencatatkan lonjakan produksi padi sebesar 16,85% pada tahun 2025, mencapai angka fantastis 1.698.283 ton GKG.
Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik (Dr. Aka), menegaskan bahwa capaian ini adalah fondasi baja bagi optimisme swasembada pangan 2026, menyelaraskan NTB dengan ambisi nasional Bapak Presiden RI.
Dashboard Audit Pangan: Produktivitas Kabupaten/Kota 2025
Anatomi Keberhasilan: Benih Unggul & Harga Stabil
Peningkatan tajam ini bukan sekadar keberuntungan cuaca. Audit kami terhadap kebijakan daerah mencatat beberapa faktor kunci:
- Optimasi Lahan: Dialokasikannya 10.574 hektare lahan tambahan.
- Kepastian Harga: Penyesuaian HPP gabah kering panen menjadi Rp6.500/kg memberikan napas segar dan semangat bagi petani untuk berproduksi.
- Efisiensi Mataram: Menariknya, Kota Mataram mencatatkan produktivitas tertinggi di NTB dengan 64,78 Ku/Ha, disusul oleh Lombok Utara dengan 60,19 Ku/Ha.




