PADANG, getnews – Kota Padang kini dalam status pemulihan darurat setelah dihantam bencana banjir terparah. Pemerintah Kota Padang mencatat, kerugian infrastruktur sementara akibat bencana hidrometeorologi ini telah mencapai angka yang mengejutkan: Rp 202,8 miliar!
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyebut skala kerusakan ini tidak hanya berdampak pada bangunan, tetapi juga pada keselamatan warga.
“Cukup banyak infrastruktur yang rusak… tidak saja infrastruktur tetapi juga korban jiwa dan lainnya,” ujarnya.
Rp 127 Miliar Melayang: Jembatan Kritis Terputus Total
Kerusakan terbesar terjadi pada infrastruktur penghubung yang vital. Kepala Pelaksana BPBD Padang, Hendri Zulviton, merinci total ada enam jembatan terdampak (empat putus total dan dua rusak berat), dengan nilai kerugian mencapai Rp 127 miliar.
Dua jembatan raksasa yang putus total adalah:
- Jembatan Gunung Nago (penghubung Pauh dan Lubuk Kilangan): Kerugian mencapai Rp 45 miliar.
- Jembatan Kalawi Limau Manis: Kerugian sekitar Rp 35 miliar.
Selain jembatan, kerugian besar juga terjadi pada bendungan, intake air, tebing, serta ruas jalan di Batu Busuk yang putus total, mengisolasi mobilitas warga.
URGENT! : KRITIS! Stok Obat Cuci Darah Aceh Tengah Hanya Sampai 3 Desember, Bupati Desak Pasokan Dipercepat
Krisis Ganda: PDAM Lumpuh, Warga Kehabisan Air Bersih
Dampak paling parah dirasakan warga di sektor air bersih. Sarana PDAM lumpuh total akibat kerusakan signifikan: 10 intake air baku rusak berat, pipa distribusi terputus, dan pompa air terendam banjir.
Akibatnya, warga di Koto Tangah, Lubuk Begalung, Kuranji, dan sejumlah kawasan lain belum mendapatkan suplai air bersih. Warga Air Dingin (Koto Tangah) mengalami krisis paling serius.
Saat ini, BPBD terus mendata kerusakan dan kebutuhan mendesak yang sangat dibutuhkan korban, terutama:
- Susu Formula dan Makanan Bayi
- Air Bersih (Suplai Utama)
- Obat-obatan, vitamin, dan selimut.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan penanganan darurat, fokus pada pemulihan akses infrastruktur utama, dan memastikan bantuan segera menjangkau kawasan yang terdampak. (Emha/charlie)
infopublik.id




