GET CORNER

Palestine 36: Menggugat Mandat Inggris Lewat Lensa Sinema

Palestine 36: Menggugat Mandat Inggris Lewat Lensa Sinema (IMDb/istimewa/GETNEWS.)

​Dunia perfilman global sedang tertuju pada Palestine 36, karya terbaru sutradara Annemarie Jacir yang kini resmi merambah bioskop Amerika Serikat mulai 13 Februari 2026. Film ini bukan hanya kandidat kuat Best International Feature Film di Oscar, tetapi juga sebuah “interogasi visual” terhadap sejarah kolonialisme Inggris di Palestina sebelum tahun 1948—sebuah periode yang sering kali terlupakan dalam narasi arus utama.

​Getnews melihat standing ovation selama 20 menit di Toronto bukan sekadar apresiasi akting, melainkan bentuk pengakuan dunia atas keberanian Jacir menyeret sejarah kelam Mandat Inggris ke depan layar lebar. Melalui keterlibatan aktor kelas dunia seperti Jeremy Irons dan Hiam Abbass, film ini berhasil menjembatani empati penonton Barat dengan realitas pahit rakyat Palestina di bawah kekuasaan kolonial.

Palestinian Cinema & History Audit

“Getnews menilai ‘Palestine 36’ adalah peluru diplomasi budaya yang lebih tajam dari retorika politik mana pun. Dengan menunjuk Inggris sebagai pihak yang bertanggung jawab secara historis, Annemarie Jacir melakukan dekonstruksi sejarah di jantung Hollywood. Skor 100% di Rotten Tomatoes adalah bukti bahwa kebenaran sejarah, jika dikemas dengan sinematografi yang brilian, mampu menembus tembok sensor dan bias media. Film ini adalah pengingat bahwa konflik hari ini tidak lahir di ruang hampa, melainkan dari sisa-sisa kebijakan kolonial yang tidak pernah tuntas dipertanggungjawabkan.”

Mengapa Palestine 36 Begitu Penting?

​Film ini menggambarkan transisi krusial di Palestina: meningkatnya imigrasi Yahudi Eropa dan kekhawatiran rakyat lokal akan hilangnya tanah air mereka. Penggambaran brutalitas militer Inggris—mulai dari pembakaran rumah hingga penangkapan massal—memberikan konteks yang jarang disentuh: bahwa perlawanan Palestina telah ada jauh sebelum 1948, melawan salah satu imperium terbesar di dunia.

Matriks Prestasi & Dampak: Palestine 36

Global Recognition Matrix: Palestine 36 (2026)
IndikatorPencapaian / Status
Respon TIFFStanding Ovation 20 Menit.
Kritikus Sineas100% Score di Rotten Tomatoes.
Penghargaan UtamaGrand Prix Tokyo & Audience Award Sao Paulo.
Target OscarShortlist Best International Feature Film.
Sumber: Deadline & Analisis Getnews | Januari 2026

Dogma Digital: Satir Sinema

” Standing ovation 20 menit di Toronto mungkin terasa melelahkan bagi tangan, tapi jauh lebih terhormat daripada pura-pura tuli terhadap teriakan sejarah selama puluhan tahun. Kadang, kita butuh aktor Inggris untuk menjelaskan betapa kacaunya kebijakan Inggris di masa lalu, agar dunia sadar bahwa air mata di New York dan New York adalah sama asinnya.”

— Redaksi Getnews, Divisi Penjaga Kebenaran Lensa

Rilisnya Palestine 36 di Amerika Serikat adalah momentum penting. Di tengah memanasnya situasi global, film ini hadir bukan hanya sebagai hiburan, melainkan sebagai dokumen sejarah yang bergerak. Apakah Oscar akan cukup berani mengakui mahakarya yang secara gamblang menggugat akar kolonialisme ini? Getnews akan terus mengawal perjalanannya hingga malam penganugerahan di Los Angeles.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *