EKONOMI

Paradoks Fiskal: Sinyal Pembalikan Arah di Awal Tahun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambangi Senayan untuk menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) atas revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) kepada Komisi XI DPR RI, Rabu, 4 Februari 2026. (KEMENKEU)

JAKARTA — Bagi para teknokrat di Lapangan Banteng, bulan Januari sering kali menjadi masa kecemasan yang sunyi, saat angka-angka pertama mulai menetes ke dalam pundi-pundi negara. Namun, dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Rabu (4/2), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa narasi yang jauh dari kecemasan. Hingga akhir Januari 2026, penerimaan negara tercatat mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh sebesar 9,8 persen secara tahunan (year-on-year).

​Di balik angka agregat tersebut, tersimpan performa pajak yang mengejutkan. Sektor perpajakan melonjak hingga 30,8 persen, sebuah anomali positif yang oleh Menkeu disebut sebagai “pembalikan arah ekonomi” yang nyata.

​Efisiensi di Balik Restitusi

​Pertumbuhan ini tidak datang dari ruang hampa. Analisis mendalam menunjukkan bahwa mesin pajak Indonesia bekerja lebih efisien di dua sisi: kenaikan penerimaan bruto sebesar 7 persen dan penurunan restitusi pajak yang sangat signifikan hingga 23 persen. Dengan restitusi yang melandai, pertumbuhan neto di seluruh jenis pajak mencatatkan rapor positif.

​Bagi para pengamat, penurunan restitusi ini mengindikasikan dua hal: kepatuhan yang lebih baik atau prosedur verifikasi yang kian ketat. Namun bagi Purbaya, ini adalah bukti bahwa aktivitas ekonomi mulai berdenyut kembali ke level yang mampu menopang target-target ambisius pemerintah.

​Audit Strategis: Proyeksi Optimistis 2026

​Menteri Purbaya juga menyajikan simulasi yang berani. Dengan asumsi kondisi ekonomi stabil atau ceteris paribus, tren pertumbuhan di bulan Januari ini bisa membawa total penerimaan pajak melampaui batas ekspektasi.

Audit Strategis: Proyeksi Penerimaan Pajak 2026

Indikator FiskalAngka / TargetStatus / Vonis
Pertumbuhan Pajak (Januari)30,8% (YoY)STRONG REVERSAL
Target Pajak APBN 2026Rp 2.357 TriliunBASE TARGET
Simulasi Proyeksi (Optimis)Rp 2.492 TriliunPOTENTIAL OVERFLOW

Antara Harapan dan Realita

​Simulasi Rp2.492 triliun memang menggiurkan karena berada jauh di atas pagu APBN 2026 yang sebesar Rp2.357 triliun. Namun, Purbaya tetap memberikan catatan kaki yang tebal: perhitungan ini bersifat asumsi optimistis. Di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi harga komoditas global, menjaga momentum pertumbuhan di level 30 persen sepanjang dua belas bulan bukanlah perkara mudah.

​Bagi Jakarta, kemenangan kecil di bulan Januari ini adalah modal politik yang berharga. Namun bagi pelaku pasar, pertanyaan besarnya tetap sama: apakah pertumbuhan ini adalah hasil dari ekspansi ekonomi yang organik, atau sekadar efisiensi administratif dari otoritas pajak? Jawabannya akan sangat menentukan apakah Indonesia benar-benar telah membalikkan arah ekonominya ke jalur yang lebih tinggi.

Verified Source: KEMENKEU.GO.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *