BATULAYAR, getnews – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar Rapat Koordinasi Strategi Pencapaian Indikator Makro untuk memperkuat sinergi lintas perangkat daerah. Rakor ini menjadi wadah bagi Bupati Lombok Barat untuk menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ditentukan oleh kerja nyata dan konsistensi program, bukan sekadar banyaknya strategi.
Fokus Utama: 4 Indikator Fondasi Kesejahteraan Rakyat
Bupati menegaskan bahwa reputasi pemerintah harus dibangun melalui kualitas kinerja. Misi daerah harus terimplementasi dalam capaian nyata di masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.
Bupati menggarisbawahi empat indikator makro yang harus menjadi fokus utama perangkat daerah, yang dinilai sebagai fondasi untuk mewujudkan masyarakat yang unggul dan mandiri:
- Pendidikan: Tidak boleh ada masyarakat yang putus sekolah.
- Ketenagakerjaan: Ketersediaan dan perluasan lapangan kerja.
- Kesehatan: Peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH).
- Pendidikan Dasar: Peningkatan tingkat melek aksara masyarakat.
“Cara lobi yang baik adalah bekerja yang baik. Hasil kerja yang nyata akan menjadi bukti keseriusan kita,” ujar Bupati.
Kabar Baik: Kepastian Regulasi ASN P3K Paruh Waktu
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan kabar positif bagi ASN P3K Paruh Waktu. Berdasarkan informasi dari Menteri PAN-RB, pengaturan mengenai status ASN P3K Paruh Waktu telah dibuka kembali, memberikan kepastian bagi para pegawai.
“Alhamdulillah, terkait nasib P3K ASN Paruh Waktu sudah dibuka oleh MenPAN-RB. Minggu depan, para pegawai sudah dapat mulai melengkapi berkas administrasi,” kata Bupati.
Pemda Lombok Barat berkomitmen memberikan dukungan penuh agar proses penataan administrasi ASN P3K Paruh Waktu berjalan lancar. Rakor ini mempertegas komitmen Pemkab Lombok Barat dalam mewujudkan visi daerah “Sejahtera dari Desa” melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.




