MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bersama kementerian terkait memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Dalam rapat koordinasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Lombok, Selasa, 7 April 2026, ditegaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah transformasi layanan digital dan fasilitas ramah lansia.
Kepala Bidang IKP Diskominfotik NTB, Safrudin, SH., MH., yang bertugas sebagai PPIH Embarkasi Lombok, menyatakan bahwa seluruh pemangku kepentingan—mulai dari TNI/Polri, Imigrasi, hingga otoritas bandara—telah menyelaraskan prosedur operasional. Langkah ini diambil untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah asal NTB yang dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April 2026 mendatang.
Inovasi Layanan: Kartu Nusuk dan Fasilitas Bandara
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhamad Amin, mengapresiasi dukungan Pemprov NTB dalam struktur kementerian yang baru. Salah satu penyesuaian sistem terbaru tahun ini adalah distribusi Kartu Nusuk yang akan dilaksanakan langsung di embarkasi. Selain itu, seluruh dokumen visa jemaah dipastikan telah rampung sebelum Ramadan lalu.
”Penyelenggaraan tahun ini sangat krusial karena merupakan perdana dalam struktur Kementerian Haji dan Umrah yang baru. Kami melakukan peningkatan signifikan di bandara; jemaah tidak lagi diturunkan di area terbuka, melainkan langsung melalui fasilitas kedatangan yang didukung eskalator dan lift, terutama untuk melindungi jemaah lansia dari cuaca ekstrem,” jelas Lalu Muhamad Amin.
Kesiapan Asrama Mencapai 85 Persen
Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Lalu Madahan, melaporkan bahwa kesiapan operasional asrama saat ini telah menyentuh angka 85 persen dan ditargetkan tuntas 100 persen pada 15 April 2026. Fasilitas utama di Gedung Mina, Arafah, dan Shafa telah disiapkan dengan standar hotel, lengkap dengan perlengkapan mandi, selimut, hingga dukungan listrik cadangan berupa genset 500 kVA.
Layanan ramah disabilitas juga diperkuat dengan penyediaan kursi roda dalam jumlah memadai. Pemprov NTB berharap melalui simulasi yang akan digelar dalam waktu dekat, seluruh alur pelayanan mulai dari kedatangan di asrama hingga proses take-off di Bandara Internasional Lombok dapat berjalan mulus tanpa kendala teknis.




