JAKARTA, getnews — Pemerintah melalui BNPB mengumumkan percepatan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan bagi keluarga terdampak bencana di Sumatra. Berbeda dengan bantuan konvensional, pencairan dana kali ini dilakukan secara proaktif di mana Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BSI) akan langsung turun ke tingkat kecamatan dan desa untuk mendatangi warga.
Kepala Pusdatinkom BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa data 16.264 Kepala Keluarga (KK) telah terverifikasi secara akurat by name by address untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Dashboard Penyaluran DTH & Logistik (Per 29 Desember 2025)
Mekanisme distribusi bantuan kini telah mencapai efisiensi maksimal dengan rata-rata keberhasilan di atas 80 persen di setiap posko utama.
| Kategori Bantuan | Fakta & Angka Capaian |
|---|---|
| Dana Tunggu Hunian (DTH) | Rp600.000 /bulan untuk 16.264 KK terverifikasi. |
| Mitra Perbankan | BSI (Aceh); Mandiri & BNI (Sumut); BRI, BNI, Mandiri (Sumbar). |
| Laju Logistik Nasional | Posko Halim (97%), Silangit (98,2%), Sumbar (93,5%). |
| SOP Distribusi | Maksimal 2 x 24 Jam barang sudah harus keluar dari posko. |
Inovasi Biometrik: Bayar di Tempat
Mekanisme pencairan DTH kali ini memanfaatkan data KTP biometrik, foto, dan sidik jari yang sudah tersedia dalam database kependudukan. Dengan melibatkan perangkat RT, RW, dan Lurah secara langsung di lapangan, warga tidak perlu lagi mengurus administrasi yang berbelit atau menghadapi kendala antrean di kantor cabang bank. Langkah ini diambil untuk menjaga martabat dan kenyamanan masyarakat terdampak.
Efisiensi Logistik 2×24 Jam
BNPB juga menegaskan komitmen nol hambatan dalam distribusi logistik. “SOP kami memastikan tidak ada barang yang tinggal lebih dari 2×24 jam di posko. Semua pasti langsung terdistribusi,” tegas Abdul Muhari. Dengan realisasi distribusi di atas 80% secara keseluruhan, kebutuhan dasar masyarakat di wilayah paling terpencil pun kini mulai terpenuhi secara berkelanjutan.
infopublik.id




