Nasional NEWS SUMATRA

Pencairan Dana Hunian: BNPB Pastikan 16.264 KK Aceh-Sumatra Segera Terima Hak

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025). Foto: Amiriyandi InfoPublik

JAKARTA, getnews — Pemerintah melalui BNPB mengumumkan percepatan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan bagi keluarga terdampak bencana di Sumatra. Berbeda dengan bantuan konvensional, pencairan dana kali ini dilakukan secara proaktif di mana Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BSI) akan langsung turun ke tingkat kecamatan dan desa untuk mendatangi warga.

​Kepala Pusdatinkom BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa data 16.264 Kepala Keluarga (KK) telah terverifikasi secara akurat by name by address untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Dashboard Penyaluran DTH & Logistik (Per 29 Desember 2025)

​Mekanisme distribusi bantuan kini telah mencapai efisiensi maksimal dengan rata-rata keberhasilan di atas 80 persen di setiap posko utama.

Kategori BantuanFakta & Angka Capaian
Dana Tunggu Hunian (DTH)Rp600.000 /bulan untuk 16.264 KK terverifikasi.
Mitra PerbankanBSI (Aceh); Mandiri & BNI (Sumut); BRI, BNI, Mandiri (Sumbar).
Laju Logistik NasionalPosko Halim (97%), Silangit (98,2%), Sumbar (93,5%).
SOP DistribusiMaksimal 2 x 24 Jam barang sudah harus keluar dari posko.

Inovasi Biometrik: Bayar di Tempat

​Mekanisme pencairan DTH kali ini memanfaatkan data KTP biometrik, foto, dan sidik jari yang sudah tersedia dalam database kependudukan. Dengan melibatkan perangkat RT, RW, dan Lurah secara langsung di lapangan, warga tidak perlu lagi mengurus administrasi yang berbelit atau menghadapi kendala antrean di kantor cabang bank. Langkah ini diambil untuk menjaga martabat dan kenyamanan masyarakat terdampak.

Efisiensi Logistik 2×24 Jam

​BNPB juga menegaskan komitmen nol hambatan dalam distribusi logistik. “SOP kami memastikan tidak ada barang yang tinggal lebih dari 2×24 jam di posko. Semua pasti langsung terdistribusi,” tegas Abdul Muhari. Dengan realisasi distribusi di atas 80% secara keseluruhan, kebutuhan dasar masyarakat di wilayah paling terpencil pun kini mulai terpenuhi secara berkelanjutan.

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *