“Revolusi Bolivarian sedang melakukan pembersihan internal di level tertinggi. Penangkapan Jenderal Javier Marcano Tábata—sang penjaga nyawa Maduro—menandakan adanya lubang besar dalam benteng intelijen Caracas yang memicu jatuhnya sang pemimpin ke tangan Amerika Serikat.”
GETNEWS+ – Krisis di Venezuela memasuki fase paranoia tingkat tinggi. Presiden Sementara Delcy Rodriguez mengambil langkah radikal dengan memecat dan menangkap Jenderal Javier Marcano Tabata. Bukan sembarang perwira, Tabata adalah pemegang kunci keamanan nasional: Kepala Kontra-Intelijen militer sekaligus Komandan Pengawal Kehormatan Kepresidenan.
Tuduhannya sangat berat: Pengkhianatan terhadap Revolusi Bolivarian. Penangkapan ini mengirimkan pesan dingin ke seluruh barisan militer bahwa tidak ada tempat bagi “pembangkangan” di tengah tekanan invasi Amerika Serikat.
Analisis Strategis: Mengapa Tabata?
Tabata adalah orang yang seharusnya mengetahui setiap pergerakan musuh sebelum musuh itu menyerang. Jika ia dituduh berkhianat, maka ada lubang besar dalam sistem keamanan yang memungkinkan terjadinya “Invasi 3 Januari” dan isu “penculikan” Maduro sebelumnya. Pembersihan ini adalah upaya Delcy untuk mengonsolidasi kekuatan dan memastikan loyalitas mutlak.
“Penangkapan Jenderal Tabata adalah bukti bahwa musuh revolusi tidak hanya datang dari luar, tetapi juga mencoba menyusup ke jantung komando. Tidak ada toleransi bagi pengkhianat negara.”
Audit Risiko: Efek Domino di Militer
Tim analisis getnews+ membedah risiko yang muncul akibat pemecatan kepala intelijen ini:
Referensi Global:
- • EL PAÍS: Purge in Venezuela – Arrest of Gen. Marcano Tabata (Jan 2026)
- • JUST SECURITY: U.S. Intelligence and the Post-Maduro Transition (Jan 2026)
*Data diaudit secara real-time melalui jaringan intelijen media global GetNews.*




