Nasional NEWS

Percepat Pemulihan Aceh: Pemerintah Guyur Bantuan Tunai Rp600 Ribu dan Huntara Berbasis Kultur

Rapat Evaluasi Tanggap darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Tahun 2025 yang dipimpinMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (Foto: Irfan Igud/Infopublik)

BANDA ACEH, GETNEWS. – Pemerintah pusat resmi mempercepat transisi penanganan bencana di Aceh dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal. Dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (25/12), Menko PMK Pratikno dan Kepala BNPB Suharyanto menegaskan kebijakan baru yang lebih fleksibel: pembangunan hunian sementara (huntara) tidak lagi harus terpusat, melainkan mengikuti aspirasi masyarakat agar tetap dekat dengan kampung asal.

​Selain hunian, pemerintah mulai mencairkan bantuan biaya hidup bagi pengungsi untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi hingga awal tahun 2026.

Baca juga: 100 Hari Tragedi Sumatera: Mengakhiri Paradoks dengan Reklamasi Kedaulatan

Skema Bantuan & Transisi Pemulihan Bencana Aceh

​Pemerintah membagi penanganan menjadi dua klaster berdasarkan tingkat kerusakan di 18 kabupaten/kota terdampak.

Jenis IntervensiDetail Kebijakan & Besaran Bantuan
Bantuan Tunai (Cash)Rp600.000/KK/bulan (Desember – Februari) bagi pengungsi di rumah kerabat.
Model HuntaraFleksibel (tidak harus barak besar); bisa di 2-3 titik sesuai keinginan warga.
Status Daerah7 Daerah masuk fase pemulihan; 11 daerah masih tanggap darurat (kerusakan berat).
Logistik UnggulanDukungan Pesawat Hercules untuk distribusi beras ke wilayah tengah.

Menko PMK Pratikno menginstruksikan agar pendataan tidak hanya sekadar angka, tetapi juga menyerap aspirasi warga. Hal ini senada dengan penjelasan Kepala BNPB Suharyanto bahwa warga Aceh cenderung ingin tetap tinggal di dekat tanah asalnya. “Yang penting warga keluar dari tenda dan mendapat tempat tinggal layak. Tidak harus satu barak besar,” tegas Suharyanto.

Pemulihan Akses dan Kebutuhan Pangan

​Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melaporkan perkembangan positif di jalur darat menuju Aceh Tengah yang kini sudah bisa dilalui kendaraan hingga 5 ton. Distribusi LPG dan bahan pokok mulai kembali normal. Meski demikian, dukungan udara tetap dikerahkan ke wilayah yang masih sulit dijangkau untuk menjamin ketahanan pangan masyarakat di sisa akhir tahun ini.

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *