NEWS

Peta NKRI Edisi 2025 Resmi Diluncurkan: BIG Tegaskan Batas Negara, Tambah 10 Gunung Bawah Laut Baru

Badan Informasi Geospasial (BIG) resmi meluncurkan Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Edisi Tahun 2025, Rabu (10/12/2025). (Foto Humas BIG)

CIBINONG, getnews – Badan Informasi Geospasial (BIG) resmi meluncurkan Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Edisi Tahun 2025 di Cibinong, Jawa Barat, Rabu (10/12/2025). Produk geospasial strategis ini memuat informasi terbaru mengenai batas negara, wilayah kedaulatan, hak berdaulat, dan dinamika pembangunan nasional, menegaskan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

​Kepala BIG, Muh Aris Marfai, menyatakan Peta NKRI Edisi 2025 adalah infrastruktur geospasial vital di tengah percepatan transformasi digital.

“Peta NKRI adalah cermin jati diri Indonesia sebagai negara kepulauan. Dengan peta mutakhir, bangsa ini memperkuat legitimasi ruang, daya saing ekonomi berbasis data, dan ketahanan geospasial,” tegasnya.

Pembaruan Batas Darat dan Penambahan Fitur Fisik Baru

​Peta NKRI 2025 ini mengintegrasikan perkembangan geospasial terbaru, termasuk:

  • Penyelarasan Batas Darat dengan Malaysia: Berdasarkan MoU terbaru (No. 33/2025 dan No. 34/2025) di Area II, III, dan Pulau Sebatik.
  • Pembaruan Batas Darat dengan Papua Nugini: Berdasarkan Deklarasi 2019 mengenai hasil pengukuran 52 Meridian Monumen (MMs).
  • Penyesuaian Batas Administrasi Regional: Penambahan batas administrasi di 6 provinsi baru di Papua, menjadikan total provinsi di Indonesia sebanyak 38 provinsi, serta penambahan titik Ibu Kota Nusantara (IKN).

​Selain pembaruan administrasi, peta ini juga diperkaya dengan fitur fisik baru:

  • Penambahan 10 Gunung Bawah Laut Baru di Samudra Hindia, Laut Sulawesi, Samudra Pasifik Selatan, dan Laut Flores.

Infrastruktur Nasional dan Pertahanan Berbasis Data

​Peta ini juga memutakhirkan informasi infrastruktur, seperti ruas jalan tol di 10 provinsi dan pembaruan status bandara (sesuai KM 37/2025 dan KM 38/2025) yang melayani penerbangan internasional.

​Mengusung tema “Geospasial untuk Nusantara: Mempertegas Batas, Identitas, dan Masa Depan Indonesia,” BIG menegaskan bahwa peta NKRI adalah dasar pengambilan keputusan lintas sektor, mulai dari pertahanan, penegasan batas negara, hingga tata ruang berbasis bukti menuju Indonesia Emas. BIG mengajak seluruh stakeholder untuk memanfaatkan data resmi ini sebagai dasar inovasi dan pembangunan.

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *