AMBARA

Prabowo dan Logika Makan Siang: Mending Rakyat Kenyang Daripada Pejabat Curang

​PRESIDEN PRABOWO Subianto kembali menegaskan filosofi ekonominya yang paling fundamental: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah harga mati. Dalam pernyataan terbarunya, beliau melempar kalimat yang bikin kuping para koruptor panas dingin: “Lebih baik uang untuk makan rakyat daripada dikorupsi.” Sebuah kalimat sederhana yang kalau diterjemahkan ke bahasa batin rakyat adalah: “Daripada duitnya buat beli rubicon oknum, mending buat beli telur dan susu anak sekolah.”

​Prabowo sepertinya sudah khatam dengan pola “bocor halus” anggaran kita selama puluhan tahun. Beliau sadar kalau membiarkan anggaran mengendap di pos-pos birokrasi yang nggak jelas, ujung-ujungnya cuma bakal jadi bancakan para “tikus” kantor. Maka, dengan mendorong MBG habis-habisan, Prabowo sedang melakukan operasi “pemindahan paksa” aliran dana: dari yang tadinya rawan disunat di bawah meja, menjadi piring-piring makanan di atas meja sekolah. Ini adalah politik perut yang sangat pragmatis; rakyat kenyang, sirkulasi ekonomi lokal jalan, dan ruang gerak maling anggaran makin sempit.

“Makan gratis itu bukan sekadar bagi-bagi nasi, tapi deklarasi perang terhadap korupsi. Prabowo sedang bilang bahwa satu butir telur di piring anak sekolah jauh lebih berharga daripada satu triliun rupiah yang menguap di tangan koruptor.”— AMBARA SATIRE INDEX

​Tentu saja, para pengamat yang hobi bahas “defisit anggaran” bakal terus nyinyir. Tapi bagi Prabowo, investasi paling mahal itu bukan infrastruktur beton, tapi otak anak bangsa. Beliau ingin membuktikan bahwa efisiensi Rp308 triliun yang baru saja ia lakukan bukan cuma buat dipajang di laporan keuangan, tapi buat diputar jadi energi kinetik buat generasi masa depan. Jadi, kalau ada yang protes MBG itu boros, Prabowo tinggal balik tanya: “Lebih boros mana sama dana yang hilang ditelan korupsi?”

​Langkah ini adalah tantangan terbuka bagi sistem pengawasan kita. MBG akan jadi ujian apakah birokrasi kita sudah tobat dari budaya “Asal Bapak Senang” (ABS) atau malah mau coba-coba menyunat jatah susu anak sekolah. Satu yang pasti, di bawah komando Prabowo, pesan ke seluruh kementerian sudah jelas: jangan coba-coba mainin piring rakyat kalau nggak mau kena “tebas” massal kayak para Dirjen pembangkang kemarin. Karena bagi Prabowo, lebih baik rakyat sendawa kekenyangan daripada pejabat bersendawa karena kekenyangan makan duit haram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *