MATARAM, Getnews.co.id – Di tengah agenda kunjungan kerja di London, Inggris, Presiden Prabowo Subianto terus memantau stabilitas nasional, termasuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Hal ini bertepatan dengan rilis peringatan dini dari BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) terkait potensi cuaca ekstrem yang akan mengepung wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sepekan ke depan.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG memprediksi munculnya Bibit Siklon Tropis 97S di utara Australia yang memicu perlambatan kecepatan angin dan kelembapan udara basah di wilayah NTB.
Resume Audit: Prediksi Cuaca & Dampak Sektoral
Instruksi Khusus: Penataan Lingkungan & Infrastruktur
Pemerintah Daerah dan masyarakat dihimbau untuk segera melakukan langkah mitigasi nyata. Penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, menghindari pemotongan lereng yang tidak terkontrol, serta pemangkasan dahan pohon yang rapuh menjadi prioritas utama guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa.
BMKG juga mengingatkan agar operator transportasi laut dan udara memperhatikan informasi meteorologi secara rinci, terutama di tengah labilitas atmosfer kuat yang mendukung proses konvektif skala lokal di NTB.
“Alam tidak pernah terburu-buru, namun semuanya terselesaikan.”
— Lao Tzu
Dogma Digital
Menghadapi peringatan dini cuaca ekstrem di NTB, kearifan Lao Tzu mengingatkan kita bahwa mitigasi bukan tentang kepanikan, melainkan tentang harmoni dalam kesiapsiagaan. Saat dinamika atmosfer menunjukkan gejolak, kebijakan yang paling tepat adalah yang selaras dengan ritme alam—bukan melawannya.
Instruksi yang ditarik dari London oleh Presiden Prabowo harus diterjemahkan sebagai mandat untuk menata kembali kedisiplinan ekologi di daerah. Jurnalisme kami hadir untuk mengawal transisi tersebut; memastikan bahwa setiap peringatan meteorologi menjadi dasar bagi tindakan nyata demi keselamatan publik, tanpa distorsi dan tanpa spekulasi.




