JAKARTA, getnews.co.id — Presiden Prabowo Subianto resmi memerintahkan perombakan besar-besaran terhadap kebijakan pendidikan tinggi nasional. Dalam taklimat di Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026), Kepala Negara menginstruksikan agar alokasi beasiswa LPDP diubah secara radikal dengan memprioritaskan bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) hingga di atas 80 persen.
Langkah ini diambil untuk memastikan Indonesia memiliki barisan “insinyur dan ilmuwan” yang cukup guna mengawal 18 proyek hilirisasi Danantara. Tak hanya itu, Presiden juga memerintahkan perluasan akses beasiswa secara masif melampaui angka 9,9 juta mahasiswa yang ada saat ini.
“Presiden mengarahkan agar alokasi beasiswa LPDP lebih difokuskan pada bidang STEM hingga di atas 80 persen sebagai langkah percepatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Mensesneg Prasetyo Hadi usai mendampingi Presiden.
Darurat Dokter: Memperbanyak “Pabrik” Tenaga Medis
Selain urusan sains, fokus utama Prabowo adalah mengatasi defisit akut tenaga medis. Pemerintah berencana membuka fakultas kedokteran umum baru secara masif di titik-titik strategis yang sedang diidentifikasi, serta memperbesar daya tampung spesialis pada program studi yang sudah ada.
“Getnews melihat kebijakan ‘80% STEM’ ini sebagai langkah berani untuk memutus tradisi LPDP yang selama ini didominasi ilmu sosial. Ini adalah ‘Engineering-First Policy’. Namun, Getnews memperingatkan: membuka Fakultas Kedokteran secara masif jangan sampai mengorbankan kualitas demi kuantitas. Indonesia butuh dokter yang kompeten, bukan sekadar pemegang ijazah. Bagi NTB, ini adalah peluang emas bagi Unram untuk memperkuat prodi kedokteran spesialis guna mengisi kekosongan nakes di pelosok Sumbawa dan Bima.”
Matriks Reorientasi Pendidikan Tinggi 2026
Berikut adalah peta jalan perubahan kebijakan yang diinstruksikan Presiden:
| Komponen Kebijakan | Perubahan Strategis |
|---|---|
| Beasiswa LPDP | Wajib >80% Bidang STEM (Sains & Teknologi). |
| Akses Pendidikan | Perluasan penerima beasiswa (Baseline 9,9 Juta Mahasiswa). |
| Krisis Dokter | Buka Fakultas Kedokteran Baru & Perbesar Daya Tampung Spesialis. |
| Teknologi Kesehatan | Penguatan Farmasi & Alat Medis Berbasis Iptek. |
Presiden menekankan bahwa penguatan pendidikan dokter gigi, farmasi, serta teknologi kesehatan harus sejalan dengan perkembangan peralatan medis modern. Ini menunjukkan visi Prabowo yang ingin Indonesia mandiri secara teknologi medis, bukan sekadar menjadi pasar impor alat kesehatan dari luar negeri.
Artikel ini diolah berdasarkan rilis berita resmi yang diterbitkan oleh BPMI Setpres.




