DAVOS, Swiss — Presiden RI Prabowo Subianto resmi menandatangani Board of Peace (BoP) Charter pada Kamis (22/1/2026) di Davos, Swiss. Langkah diplomasi tingkat tinggi ini menandai keterlibatan aktif Indonesia dalam badan internasional baru bentukan Donald Trump yang bertugas mengawal transisi dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.
Bagi Jakarta, ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas; ini adalah pernyataan posisi Indonesia sebagai pemain kunci di panggung Timur Tengah, sekaligus mengamankan peran strategis di bawah payung Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025).
Diplomasi Dua Kaki: Antara BoP dan Solusi Dua Negara
Meskipun BoP merupakan inisiatif AS, Presiden Prabowo menegaskan bahwa partisipasi Indonesia bertujuan untuk memastikan proses di Gaza tetap konsisten pada Two-State Solution. Indonesia memosisikan diri sebagai “penjaga moral” dalam badan tersebut agar pemulihan tata kelola sipil di Gaza tetap melindungi hak-hak rakyat Palestina.
”Ini adalah kesempatan bersejarah dan peluang nyata. Indonesia siap berperan aktif memastikan bantuan kemanusiaan terus mengalir dan penderitaan masyarakat Gaza berakhir,” ujar Presiden usai prosesi penandatanganan.
Privilese Politik: Apresiasi Langsung dari Trump
Keterlibatan Prabowo mendapat apresiasi khusus dari Presiden Donald Trump. Trump menyebut BoP sebagai inisiatif yang memerlukan pengaruh para pemimpin dunia yang “berpengaruh dan menginspirasi,” sebuah kode diplomatik yang menunjukkan betapa strategisnya posisi Indonesia di mata Gedung Putih saat ini.
Audit Strategis: Kalkulasi Penandatanganan BoP Charter
Vonis Redaksi: Biaya dari Sebuah Kursi Utama
Menandatangani Piagam BoP adalah langkah berani yang menempatkan Indonesia di pusat konstelasi politik Trump. GetNews melihat ini sebagai “tiket masuk” bagi Indonesia untuk menjadi jembatan antara kepentingan Barat dan stabilitas dunia Islam. Namun, kursi utama ini menuntut tanggung jawab besar; kegagalan dalam proses transisi Gaza akan berdampak langsung pada kredibilitas politik luar negeri Prabowo di mata domestik dan Global South.
Primary Sources & Data Verification:




