DAVOS — Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato khusus (special address) dalam ajang bergengsi World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/01/2026). Dunia kini menanti pemaparan visi ekonomi Indonesia yang dirangkum dalam satu terminologi kuat: Prabowonomics.
Mendefinisikan Ulang Kedaulatan Ekonomi
Kehadiran Presiden Prabowo di Davos menempatkan Indonesia di lingkaran inti pengambil kebijakan dunia. Sesi pidatonya dijadwalkan tepat setelah pidato para pemimpin global seperti PM Yunani Kyriakos Mitsotakis dan Presiden Finlandia Alexander Stubb. Hal ini menunjukkan pengakuan internasional atas signifikansi ekonomi Indonesia.
”Prabowonomics” diperkirakan akan menitikberatkan pada hilirisasi industri, ketahanan pangan masif, dan kemandirian energi yang dibungkus dalam diplomasi investasi yang agresif namun tetap bermartabat. Davos menjadi ajang bagi Prabowo untuk meyakinkan para CEO raksasa dunia bahwa Indonesia adalah destinasi utama modal global yang stabil dan visioner.
Referensi Otoritas:
Informasi dijaring melalui situs resmi World Economic Forum (WEF) Davos 2026 dan rilis Antara News. Lihat Agenda WEF Davos →
“Diplomasi ekonomi bukan lagi tentang meminta bantuan, melainkan tentang menawarkan kemitraan strategis yang saling menguntungkan di tengah ketidakpastian global.”
Diplomasi Kata — Kehadiran terminologi ‘Prabowonomics’ di Davos adalah langkah branding nasional yang sangat cerdas. Getnews melihat ini sebagai upaya memutus rantai ketergantungan narasi lama. Prabowo sedang mencoba menjual model ekonomi yang menggabungkan nasionalisme pragmatis dengan keterbukaan pasar. Jika pidato malam ini berhasil memikat ‘The Davos Crowd’, maka Indonesia tidak hanya akan mendapatkan investasi, tetapi juga otoritas baru sebagai pemimpin ekonomi di kawasan Selatan Global.




