BANJARBARU, getnews.co.id — Kejutan besar muncul dari sela peluncuran Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Presiden Republik Indonesia secara tegas menyatakan dukungannya agar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dukungan ini diberikan setelah Presiden menilai proposal tuan rumah bersama yang diajukan kedua gubernur sangat rasional dan sejalan dengan visi efisiensi anggaran pemerintah pusat. Presiden mengapresiasi komitmen kedua daerah yang berfokus pada pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada tanpa harus membebani APBN dengan pembangunan fisik besar-besaran yang baru.
Dashboard Strategis: Visi PON XXII NTB–NTT 2028
Model penyelenggaraan ini diproyeksikan menjadi benchmark baru bagi pemerataan prestasi olahraga di kawasan Indonesia Timur.
| Pilar Penyelenggaraan | Komitmen NTB–NTT |
|---|---|
| Status Tuan Rumah | Joint Host (NTB & NTT). |
| Filosofi Anggaran | Efisien & Akuntabel (No New Mega-Infrastructures). |
| Fokus Cabang Olahraga | Cabor dengan fasilitas yang tersedia & optimal. |
| Dampak Strategis | Pemerataan Pembangunan Olahraga Indonesia Timur. |
Miq Iqbal: “Kami Siap Menjadi Contoh Efisiensi”
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), menegaskan bahwa kepercayaan Presiden adalah tanggung jawab besar bagi masyarakat Nusa Tenggara. NTB dan NTT berkomitmen untuk tidak meninggalkan “stadium hantu” atau fasilitas yang terbengkalai pasca-acara. “Kami menegaskan kepada Presiden komitmen kesiapan NTB dan NTT untuk menyelenggarakan PON 2028 secara efisien dan akuntabel,” ujar Miq Iqbal usai pertemuan.
Langkah Administratif Menuju Penetapan Resmi
Menindaklanjuti dukungan lisan Presiden, kedua provinsi akan segera menyampaikan surat bersama sebagai penegasan komitmen administratif guna memperoleh Keputusan Presiden (Keppres) penetapan resmi. Bagi masyarakat di kedua provinsi, dukungan ini bukan sekadar urusan olahraga, melainkan simbol kepercayaan pemerintah pusat bahwa Indonesia Timur mampu menjadi motor penggerak ajang nasional yang modern dan berkelanjutan.




