Nasional NEWS PENDIDIKAN

Presiden Resmikan 166 Sekolah Rakyat Nasional

Acara puncak peresmian ini dipusatkan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). (Seskab/GETNEWS)

BANJARBARU, getnews.co.id — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan 166 Sekolah Rakyat (SRT) yang tersebar di 34 provinsi Indonesia. Acara puncak peresmian ini dipusatkan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Program ini merupakan langkah berani pemerintah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di daerah sulit dijangkau.

​Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa meskipun pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan, pemerintah bekerja dengan langkah cepat dan bertahap. “Saya tidak memiliki tongkat Nabi Musa atau tongkat Nabi Sulaiman. Tapi insyaallah, setapak demi setapak, kita bekerja dengan cepat. Perjalanan seribu kilometer dimulai dari satu langkah,” ucap Presiden Prabowo.

Dashboard Nasional: Sebaran & Target Sekolah Rakyat 2026

​Peluncuran ini mencakup infrastruktur pendidikan yang menjangkau pinggiran Indonesia, melibatkan sinergi lintas kementerian dan aparat keamanan.

National Launch: Sekolah Rakyat Terpadu (SRT)
Metrik ProgramDetail Pencapaian
Total Sekolah Diresmikan166 Titik Terintegrasi.
Cakupan Wilayah34 Provinsi (Fokus Daerah Terpencil/Pinggiran).
Sinergi OperasionalKementerian Sos, TNI, Polri, & Pemerintah Daerah.
Visi UtamaPemerataan Ekonomi & Perlindungan dari Kemiskinan.
Sumber: Sekretariat Kabinet Merah Putih | Banjarbaru, Jan 2026

Pemerataan: Esensi dari Bernegara

​Kepala Negara menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan adalah sia-sia. Baginya, tujuan kemerdekaan adalah melindungi segenap bangsa dari kelaparan dan penderitaan. “Melindungi berarti melindungi dari kelaparan, kemiskinan, penderitaan, dan penyakit. Inilah esensi dari bernegara,” tegas Presiden, mengingatkan pada amanat Pembukaan UUD 1945.

Kejutan Prestasi Siswa Pelosok

​Momen haru terjadi saat Presiden menyaksikan pidato siswa-siswi Sekolah Rakyat yang tampil percaya diri menggunakan berbagai bahasa asing. Terpukau dengan kemampuan bahasa Inggris para siswa, Presiden bahkan mempertimbangkan untuk memberikan beasiswa menimba ilmu ke luar negeri bagi mereka yang berprestasi, membuktikan bahwa anak-anak di pinggiran memiliki potensi global jika diberi akses yang setara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *