Nasional NEWS PAPUA

PSN Perkokoh Fondasi Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Papua Pegunungan

WAMENA, getnews.co.id — Pemerintah terus memacu pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Papua Pegunungan sebagai pilar utama pemerataan pembangunan nasional. Fokus utama saat ini adalah transformasi kawasan Tulem, Distrik Witawaya, Kabupaten Jayawijaya, menjadi sentra produksi pangan baru dengan pembukaan lahan awal seluas 800 hektare.

​Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menegaskan bahwa proyek ini adalah upaya menghidupkan kembali semangat kemandirian pangan yang pernah dimiliki Wamena sekitar 60 tahun lalu. Saat itu, wilayah pegunungan tengah dikenal sebagai penghasil padi utama di tanah Papua.

Dashboard Strategis: Ekspansi PSN Pangan Papua Pegunungan

​Pengembangan pertanian terintegrasi ini dirancang untuk menciptakan ketahanan stok beras daerah tanpa bergantung pada pasokan luar.

PSN Food Security Matrix: Jayawijaya Region 2026
Parameter ProyekDetail Implementasi
Lokasi PrioritasKawasan Tulem, Distrik Witawaya (Sentra Ekonomi Wamena).
Target Luas Lahan800 Ha (Tahap I) – Total Target: 2.000 Ha.
Skema PemanfaatanPinjam Pakai Lahan (Non-Politik / Kepentingan Publik).
Dampak EkonomiPenyerapan Tenaga Kerja Lokal & Kemandirian Stok Beras.
Sumber: Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan | Jan 2026

Investasi Jangka Panjang, Bukan Proyek Sesaat

​Kepala Dinas Pertanian Papua Pegunungan, Petrus Wenda, menegaskan bahwa status PSN memberikan kepastian anggaran dan pendampingan teknis yang berkelanjutan bagi petani lokal. PSN dipandang sebagai fondasi penting untuk mengubah wajah ekonomi pegunungan dari subsisten menuju pertanian produktif modern. Dengan keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan lahan, ekosistem pembangunan diharapkan menjadi lebih inklusif.

Restorasi Tradisi dan Kedaulatan

​Langkah pemerintah dalam membuka lahan persawahan di Tulem bukan hanya soal angka produksi, melainkan pemulihan martabat ekonomi masyarakat pegunungan. Proyek ini bertujuan memastikan Papua Pegunungan mampu berdikari secara pangan, mengurangi ketergantungan pada rantai pasok dari luar pulau yang seringkali terkendala logistik dan biaya tinggi di wilayah dataran tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *