OASE

RAHASIA DEBU MAKAM NABI: Kesaksian Dua Saksi Hidup Saat Mengganti Kain Penutup di Ruang Teragung Dunia

Jamaah yang berziarah ke Makam Rasululullah (istimewa)

Kisah Langka Tahun 1971: Syaikh Ahmad Sahirty dan Muhammad Ali Madani Merasakan Keharuman Tak Terlukiskan, Tubuh Tua yang Mampu Memanggul Beban Berat Sendirian.

​Kisah yang dimuat pertama kali oleh harian Alarabiyah.net pada tahun 2006 ini adalah jendela langka menuju tempat yang paling dimuliakan di muka bumi: Ruang Makam Nabi Muhammad SAW. Wartawan Omar al-Midwahy berhasil mewawancarai dua saksi hidup yang mendapat kehormatan mulia mengganti kain penutup makam pada tahun 1971 Masehi.

​Inilah rekaman percakapan yang dicampur dengan rasa takjub dan air mata. Sebuah pengalaman berharga yang melampaui logika, bahkan seorang ahli sekalipun.

​Deskripsi Ruang Teragung: Sutra Hijau dan Peninggalan Kuno

​Syaikh Muhammad Ali Madani, salah satu pekerja yang ikut menenun dan memasang kain penutup, menceritakan kekagumannya:

  • Lingkar Ruang: Menurut taksiran mereka, Ruang Makam memiliki garis lingkar sekitar 48 meter.
  • Keindahan Kuno: Kekaguman tertuju pada lampu-lampu antik peninggalan zaman kuno yang menggantung di langit-langit.
  • Penutup Makam: Penutup ruang makam terbuat dari sutra murni, berwarna hijau lembut dengan kain katun yang kuat. Penutup ini dimahkotai sabuk berwarna merah, mirip dengan penutup Ka’bah.
  • Bordir Ayat: Seperempat bagian kain dibordir bertuliskan ayat Al-Qur’an dari Surah al-Fath, menggunakan benang emas dan perak.

​Keharuman di Atas Keharuman: Kesaksian Syaikh Ahmad Sahirty

​Syaikh Ahmad Sahirty, ketua divisi bordir di pabrik penutup Ka’bah dan Makam Rasulullah SAW, memimpin tim yang bertugas mengganti kain. Beliau, seorang ahli parfum seumur hidup, bersaksi tentang aroma yang tak pernah ia temukan sebelumnya:

  • Aroma yang Tak Terlukiskan: “Aku menghirup keharuman dan aroma yang tidak pernah ku ketahui atau mencium sebelumnya maupun sesudahnya… itu adalah keharuman di atas keharuman, aroma di atas aroma,”.
  • Lokasi Makam: Beliau mengonfirmasi bahwa di bawah kubah hijau terdapat kubah kecil bertuliskan Makam Nabi SAW, Makam Abu Bakar ash-Shiddiq, dan Makam Umar ibn al-Khoththob. Beliau juga melihat adanya satu makam yang kosong (tempat kosong ini kelak untuk makam Nabi Isa ‘alaihissalam, wallahu a’lam).

Keajaiban yang Melampaui Logika

​Tim bekerja selama 14 malam penuh, dari setelah Isya hingga Adzan Subuh, membersihkan debu, bulu merpati, dan melepas penutup lama yang telah berusia 75 tahun.

​Syaikh Ahmad Sahirty, yang saat itu sudah sepuh dan menderita alergi akut, bersumpah mengalami kejadian luar biasa:

  • Penglihatan Pulih: Meskipun penglihatan beliau lemah dan selalu menggunakan kacamata, di ruang makam beliau sanggup memasukkan benang ke lubang jarum tanpa kacamata.
  • Kekebalan Alergi: Beliau yang penderita alergi akut dan akan batuk parah jika terkena debu, sama sekali tidak terpengaruh oleh debu ruangan. Seolah debu itu menjadi obat, bukan penyakit.
  • Kekuatan Ajaib: Yang paling menakjubkan, kain penutup lama yang tersisa sepanjang 36 meter (tentu sangat berat) sanggup beliau panggul seorang diri di atas bahunya. Setelah beliau letakkan di luar, lima orang pemuda kuat datang, namun anehnya mereka tidak sanggup mengangkatnya.

Kisah ini mengajarkan bahwa ada rahasia dan keberkahan yang tak terjangkau nalar manusia di tempat suci tersebut. Kisah debu Rawagede adalah kesetiaan yang berbalas darah, sementara kisah debu di Makam Nabi adalah kesetiaan yang berbalas mukjizat dan aroma yang tak pernah habis.

​Shollu ‘Ala Rosuulillah! Allohumma Sholli wa Sallim wa Baarik ‘Alaihi wa ‘ala Aalih.

DBS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *