EKRAF

Rakor Revitalisasi Kota Tua Jakarta, Wamen Ekraf: Masterplan Kawasan Percepat Masuknya Investasi

Jakarta, getnews – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama lintas kementerian dan Pemprov DKI Jakarta menjajaki revitalisasi Kawasan Kota Tua Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Rencana ini bertujuan mengubah kawasan bersejarah tersebut menjadi ekosistem kreatif berdaya saing global yang memadukan warisan budaya dengan ekonomi kreatif, dengan target aktivasi signifikan pada 2027 bertepatan dengan 500 tahun Jakarta.

Wakil Menteri Ekraf/Wakil Kepala Badan Ekraf Irene Umar menekankan bahwa revitalisasi Kota Tua harus dipandang sebagai proyek strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kota Tua bisa menjadi showcase kreativitas Indonesia—menggabungkan sejarah, seni, dan inovasi menjadi narasi baru kota global. Kalau masterplan jelas, investasi akan mudah masuk dan kawasan ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Wamen Ekraf dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 12 November 2025.

Tak hanya itu, Wamen Ekraf menekankan bahwa Kota Tua harus menjadi World Heritage Site UNESCO dengan penerapan standar pengelolaan berkelas dunia. “Penetapan UNESCO penting, tetapi yang lebih krusial adalah memastikan tata kelola kawasan dilakukan dengan standar internasional—dari tata ruang, kurasi aktivitas, hingga keberlanjutan ekonomi,” ujar Wamen Ekraf.

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania memaparkan fokus pengembangan pada tiga koridor utama: TOD (Transit-Oriented Development) Glodok–Kota Tua, area bangunan bersejarah di sekitarnya, dan konektivitas ke Kali Besar.

“Tahap awal difokuskan pada area tembok dalam dengan target aktivasi dua tahun agar pada 2027 tercipta momentum signifikan. Kolaborasi dengan pemilik gedung swasta sangat penting untuk memastikan revitalisasi tidak hanya bersifat estetika tetapi berdampak ekonomi nyata. Selain itu, langkah ini sejalan dengan Asta Cita ke-3 pemerintah: peningkatan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif,” jelas Atika.

David Ben Utomo menegaskan komitmen terhadap pengembangan Kota Tua. “Dengan sekitar 28 gedung BUMN dan potensi investasi yang besar, kami sedang menyiapkan koordinasi dana strategis untuk mendukung revitalisasi kawasan dan mendorong masuknya investor,” ujar David.

Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, menekankan bahwa strategi kawasan Kota Tua harus memadukan aspek pendidikan, ekonomi kreatif, pariwisata, dan TOD agar menjadi model heritage kelas dunia.

Rapat diakhiri dengan kesepakatan untuk segera merampungkan master plan dan dokumen dukungan Pemprov DKI sebagai dasar pengajuan PSN dan rencana investasi multi-sektor. Tahap awal pilot activation direncanakan mulai 2026, dengan momentum penuh pada 2027, tepat bertepatan dengan 500 tahun Jakarta, sejalan dengan target Jakarta sebagai kota global pada 2030 dan pusat ekonomi kreatif dunia.

Turut mendampingi Wamen Ekraf, Jago Anggara selaku Staf Khusus Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif.

Turut hadir dalam rapat, Hariyanto, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata; Wahyu Utomo, Staf Khusus Bidang Percepatan Pembangunan Wilayah, Pembangunan Infrastruktur, dan Investasi Kemenko Perekonomian; Defrianov, Wakil Kepala Bappeda DKI Jakarta; serta Ani Ruspitawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Kementerian Ekonomi Kreatif