JAKARTA, getnews — Menjelang pergantian tahun, wajah perkeretaapian Indonesia tampil lebih berwarna. Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan PT KAI menghadirkan 11 Intellectual Property (IP) Lokal yang menghiasi gerbong-gerbong kereta jarak jauh. Program bertajuk “Kereta IP” ini mengubah mobilitas publik menjadi platform storytelling bergerak, sekaligus mempertegas posisi IP lokal sebagai kekuatan ekonomi baru.
Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, menyebut inisiatif ini sebagai pergeseran mindset fundamental dalam mengoptimalkan aset negara.
Daftar IP Lokal & Rute Strategis Kereta IP Nataru 2026
Kolaborasi ini menghadirkan pengalaman visual yang hidup bagi jutaan penumpang selama periode libur panjang.
| Informasi Program | Detail Kolaborasi |
|---|---|
| 11 Karakter IP Lokal | Jumbo, Lokerserem, Belanja Ria, Pletesan, Arlo, Glek n Go, Mora Olfi, Nine to Field, Menyonisme, Skudeye, dan Kosanimal. |
| Layanan Kereta Utama | Argo Dwipangga, Argo Wilis, Turangga, Jayabaya, Pandalungan. |
| Relasi Strategis | Jakarta (Gambir/Pasar Senen), Bandung, Solo, Semarang, Surabaya, hingga Jember. |
| Visi Strategis | Mengubah “Hardware” fungsional (Kereta) menjadi “Software” kreatif (Branding IP). |
Wamen Ekraf Irene Umar menegaskan bahwa peran kementeriannya adalah menjadi fasilitator atau “biro jodoh” antara pemilik aset (KAI) dan kreator konten. “Kita harus berhenti melihat kereta api hanya sebagai benda fungsional. Ini adalah kanvas raksasa untuk memamerkan software terbaik bangsa,” ujarnya. Dengan menjangkau jutaan pasang mata di sepanjang rel, program ini tidak hanya membangun nilai ekonomi bagi kreator, tetapi juga memupuk kebanggaan nasional secara inklusif.
Optimalisasi Aset untuk Pengalaman Penumpang
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyambut positif transformasi ini sebagai nilai tambah bagi layanan publik. Pemasangan livery tematik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini diharapkan membuat perjalanan penumpang terasa lebih hidup dan bermakna. Bagi para kreator, seperti IP Factory Commutorline, kehadiran karakter mereka di ruang publik menciptakan interaksi emosional yang kuat dengan masyarakat lintas generasi.




