AMBARA

Sajak Sebelum Pisah: Menghitung Berapa Meter Lagi Selat Alas Melebar

Poto Tano (Bang Hero/getnews)

Di balik Selat Alas, airnya kian deras,
Sumbawa berhitung, sudah berapa lama ia terlepas?
Bukan karena benci, katanya, bukan karena tak kenal,
Tapi kursi-kursi di Mataram terasa terlalu jauh di tepi kanal.

Ia menuntut pemekaran, bukan karena ingin merdeka bendera,
Tapi karena anggaran dan suara sering tercecer di udara.
Lombok kian berkilau, dengan Sirkuit dan resort yang menawan,
Sementara di sini, harga pupuk dan infrastruktur masih dalam angan-angan.

Baca juga: Sumbawa Mau Resign dari NTB: Sudah Bosan Jadi Anak Tiri Hype Lombok?

Maka ia berteriak: “Kami juga NTB, tapi seolah terpisah jiwa!”
Janji-janji birokrasi tiba seperti speed boat tanpa nahkoda.
Kami menghitung tiap hari, kapan janji itu tiba di pelabuhan,
Tapi yang tiba hanya tumpukan berkas dan alasan penundaan.

Berapa meter lagi Selat Alas harus ia lebarkan,
Agar jarak administrasi terasa adil di tiap kecamatan?
Rakyat hanya menanti kapan harga kebutuhan jadi lebih murah,
Daripada menanti kapan pulau mereka sah bernama Provinsi yang baru lahir.

Inilah gugatan dua pulau, terpisah budget, terpisah mindset,
Menghitung berapa meter lagi Selat Alas Melebar sebelum akhirnya mereka benar-benar berpisah.

[Emha]