BALOCCI, getnews.co.id — Operasi kemanusiaan di Puncak Bulusaraung memasuki babak paling krusial. Minggu sore (18/1), tim Vertical Rescue Basarnas bersama TNI-Polri akhirnya berhasil mengevaluasi satu korban pertama dari titik jatuhnya ATR 42-500 PK-THT. Jenazah ditemukan pada dinding tebing kapur yang nyaris tegak lurus, sebuah bukti betapa fatalnya benturan Controlled Flight Into Terrain (CFIT) yang dialami pesawat nahas tersebut.
Teknik Rappelling di Kemiringan 90 Derajat
Medan yang ekstrem memaksa tim penyelamat bekerja melawan gravitasi. Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengonfirmasi bahwa evakuasi dilakukan dengan teknik rappelling dari puncak tebing karena kemiringan medan mencapai 90 derajat.
”Satu korban telah ditemukan dan dievakuasi. Saat ini tim sedang berupaya menurunkan jenazah melalui jalur darat menuju Posko Tompobulu,” tegas Pangdam.
RS Bhayangkara Siagakan Tim DVI
Di Makassar, RS Bhayangkara telah ditetapkan sebagai pusat rujukan utama. Polda Sulawesi Selatan bersama tim DVI Mabes Polri mulai menyiapkan proses ante mortem dan post mortem untuk mengungkap identitas korban. Tim medis kini hanya menunggu kedatangan ambulans dari Balocci untuk memulai otopsi dan identifikasi resmi.




