“NTP NTB Desember 2025 melonjak ke angka 134,14, sebuah indikator daya beli yang sangat sehat bagi warga pedesaan. Namun, GETNEWS menyoroti anomali di subsektor Hortikultura yang menyentuh angka ‘fantastis’ 255,85—sebuah sinyal bahwa keuntungan terbesar saat ini bukan lagi di sawah padi, melainkan di kebun buah dan sayur. Saat biaya produksi naik tipis, tantangan bagi pemerintah daerah adalah menjaga momentum ini agar tidak tergerus inflasi konsumsi rumah tangga.”
MATARAM — Kabar baik menyapa desa di penghujung 2025. BPS NTB mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) naik signifikan sebesar 4,50 persen, bertengger di angka 134,14. Dalam bahasa sederhana: Petani NTB saat ini punya uang lebih banyak di kantong dibandingkan pengeluaran yang harus mereka bayar.
1. Hortikultura: Sang Juara Tanpa Tanding
Jika ada piala untuk petani paling “cuan” bulan ini, pemenangnya adalah petani Hortikultura. NTP subsektor ini mencapai 255,85. Artinya, hasil penjualan sayuran dan buah-buahan mereka bernilai lebih dari dua kali lipat biaya hidup dan modal kerja mereka. Ini adalah kenaikan drastis sebesar 17,54 persen hanya dalam satu bulan.
2. Indeks Harga: Menang Melawan Pengeluaran
Kenaikan NTP ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) meroket 5,76 persen, jauh lebih tinggi dibanding Indeks Harga yang Dibayar (Ib) yang hanya naik 1,21 persen. Singkatnya, harga jual gabah, cabai, dan sapi naik kencang, sementara harga pupuk dan beras di pasar desa naik dengan “sopan”.
3. NTUP: Efisiensi Usaha yang Mantap
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga naik ke angka 136,83. Ini menunjukkan bahwa petani NTB semakin efisien dalam mengelola biaya produksi. Sapi potong dan tanaman perkebunan rakyat (seperti kopi dan cokelat) juga memberikan rapor hijau bagi ekonomi arus bawah.
GET DATA: The Farmers’ Prosperity Audit Dec 2025
Angka 134,14 adalah rapor biru bagi pemerintah daerah di sektor pertanian. Namun, lonjakan di sektor Hortikultura yang mencapai 255 perlu diwaspadai: apakah ini murni kenaikan produktivitas atau efek kelangkaan pasokan di pasar yang memicu harga gila-gilaan? Bagi getnews+, kesejahteraan petani adalah devisa sejati yang tidak terlihat di angka tambang, tapi terasa di piring makan setiap warga NTB.
BPS !NSIGHT: Edisi Januari 2026
"Sourced from BRS BPS NTB - Strategic Analysis by GET DATA !NSIGHT"




