GET PLANET

Siaga Hujan Lebat 11, 12, 16 Desember: BMKG Pantau Bibit Siklon 91S di Sumatra, Kerahkan OMC di 6 Provinsi

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani

SIBOLGA, getnews – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengumumkan perkembangan terbaru cuaca ekstrem dan langkah-langkah mitigasi di wilayah terdampak bencana: Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

​Faisal Fathani mengingatkan adanya peningkatan intensitas hujan di wilayah Sumatra pada tanggal 11, 12, dan 16 Desember sebagai dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 91S.

Baca juga: Bali, NTB, NTT Siaga! BMKG Ingatkan Dampak Tak Langsung Bibit Siklon Tropis 93S: Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

​“Tapi, mohon tetap tenang, waspada, dan menjaga kesiapsiagaan karena potensi bibit siklon ini tumbuh menjadi siklon tropis ke daratan dalam kategori rendah,” kata Faisal di Sibolga, Rabu (10/12/2025).

Dinamika Bibit Siklon 91S dan Curah Hujan Tinggi

​Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau di barat daya Provinsi Lampung. Prakiraan pergerakannya adalah:

  • Dalam 24 jam ke depan: Bergerak mendekati daratan Sumatra.
  • 36 hingga 72 jam ke depan: Diprediksi berbelok arah menuju barat daya, menjauhi daratan Sumatra.

​Secara klimatologis, curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi (200–500 mm/bulan) diperkirakan terjadi di Tapanuli, Nias, Langkat, Mandailing Natal, dan Labuhan Ratu pada bulan Desember ini.

Strategi Mitigasi: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

​Untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di wilayah rawan bencana, BMKG menggandeng BNPB untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di enam provinsi: Aceh, Sumut, Sumbar, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

​Mekanisme OMC yang digunakan:

  1. Menebar NaCl (garam): Dilakukan di awan pada wilayah aman (seperti laut atau waduk) agar hujan turun sebelum tiba di wilayah rawan bencana.
  2. Menebar CaO (kapur tohor): Dilakukan jika awan hujan sudah tiba di daerah rawan bencana, bertujuan untuk memecah awan sehingga intensitas hujan berkurang.

​Faisal menjelaskan bahwa OMC tidak dapat dilakukan pada bibit siklon maupun siklon tropis karena eskalasi dan pergerakannya yang terlalu besar dan cepat, serta faktor keselamatan penerbangan.

Dukungan Pusat dan Kebutuhan Alat Berat Tapteng

​Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, yang hadir dalam kunjungan, menegaskan pemerintah pusat memaksimalkan dukungan untuk mempercepat pemulihan karena memahami keterbatasan fiskal daerah.

​Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melaporkan kondisi di Tapteng yang sangat memprihatinkan, dengan 111 korban jiwa dan 13 ribu lebih pengungsi. Kendala utamanya adalah banyak daerah masih terisolir akibat banjir bandang membawa kayu dan sedimen.

“Dukungan alat berat untuk membuka akses serta OMC untuk mengatasi kendala cuaca menjadi sangat dibutuhkan,” tutur Bupati Masinton.

​BMKG mengimbau masyarakat untuk tenang dan hanya mengandalkan informasi terbaru dari kanal resmi @infoBMKG, aplikasi InfoBMKG, dan situs web resmi BMKG.

BMKG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *