GET SPORT

Sinergi Erick Thohir & Widiyanti Putri: Jadikan ‘Sport Tourism’ Mesin Baru Ekonomi Daerah

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana guna memperkuat sinergi pelaksanaan program di bidang kepemudaan, keolahragaan, dan pariwisata. Penandatanganan berlangsung di Wisma Kemenpora, Jakarta, Senin (22/12/2025)./Foto Humas Kemenpora

JAKARTA, GETNEWS. – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana resmi menyatukan kekuatan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis pada Senin (22/12). Kolaborasi ini dirancang untuk mengubah wajah industri olahraga dan pariwisata Indonesia menjadi ekosistem ekonomi terpadu yang berdampak langsung pada UMKM dan lapangan kerja.

​Menpora Erick menegaskan bahwa transformasi olahraga tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus terkoneksi dengan daya tarik wisata guna menciptakan nilai tambah yang signifikan.

📊 Pilar Kolaborasi Kemenpora-Kemenpar 2026

​Kerja sama ini mencakup integrasi anggaran dan sumber daya untuk memaksimalkan potensi daerah:

Fokus UtamaLangkah Implementasi
Sport Tourism NasionalOptimalisasi event maraton, surfing, hingga voli pantai sebagai magnet wisatawan dunia.
Pemberdayaan PemudaSinkronisasi program youth camp dan kewirausahaan pemuda dengan destinasi wisata.
Ekonomi Lokal & UMKMMemastikan setiap event olahraga menghidupkan fasilitas pendukung dan pasar UMKM sekitar.

Visi Asta Cita: SDM Unggul & Ekonomi Mandiri

​Menpar Widiyanti Putri menilai sinergi ini sebagai langkah taktis untuk memperluas jangkauan pariwisata Indonesia melampaui sekadar kunjungan biasa. Dengan sport tourism, durasi tinggal (length of stay) wisatawan diprediksi akan meningkat, yang secara otomatis berdampak pada konsumsi produk lokal.

​”Kami meyakini sinergi ini memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan dan memperkuat daya saing pariwisata nasional,” ujar Widiyanti.

​Menpora Erick menambahkan bahwa efisiensi anggaran akan menjadi kunci. “Kegiatan kepemimpinan dan pertukaran pemuda akan dikaitkan langsung dengan agenda pariwisata, sehingga satu rupiah yang dikeluarkan APBN memberikan dampak ganda,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *