(Executive Summary: President Prabowo’s statement regarding the Rp6.6 trillion recovery as “just the beginning” sends a shockwave through Indonesia’s plantation sector. With trillions in potential fines still looming, Getnews analyzes the tactical shift from administrative sanctions to direct state asset seizure.)
GETNEWS. — Saat mayoritas publik terfokus pada angka Rp6,6 Triliun, para analis jeli melihat pada diksi Presiden: “Mungkin dendanya ratusan triliun.” Ini bukan sekadar angka, melainkan ancaman dekonstruksi terhadap model bisnis korporasi yang selama ini “bermain” di kawasan hutan lindung.
3 Poin Kunci untuk Investor Malam Ini:
- Agresivitas Danantara: Pengalihan lahan tahap V ke Danantara menunjukkan instrumen negara kini memiliki “otot” untuk mengelola langsung aset sitaan tanpa harus menunggu birokrasi panjang.
- Efek Domino Korporasi: Disebutnya Musim Mas dan Permata Hijau akan memaksa grup besar lainnya untuk segera melakukan audit mandiri sebelum “Gedung Bundar” datang mengetuk pintu.
- Kedaulatan SDA: Fokus Prabowo pada penyelamatan SDA adalah fondasi untuk membiayai program strategis pemerintah tanpa bergantung penuh pada utang luar negeri.
“Cek rincian 21 perusahaan yang terkena denda di sini”.




