MATARAM — Skandal narkoba di jajaran Polres Bima Kota kian meruncing. Setelah sebelumnya Kasat Narkoba ditetapkan sebagai tersangka, kini giliran mantan pimpinannya—Eks Kapolres Bima Kota—yang resmi menyandang status serupa dalam pusaran kasus barang haram tersebut.
Peristiwa ini menjadi sorotan tajam karena sebuah fakta yang tergolong unik sekaligus mencengangkan. Sang mantan perwira menengah tersebut kedapatan membawa narkoba justru pada saat dirinya sedang menjalani proses pemeriksaan terkait kasus narkoba yang tengah diusut pihak kepolisian.
Tersangka di Tengah Pemeriksaan
Penetapan status tersangka ini dilakukan setelah adanya temuan barang bukti narkotika yang dibawa pelaku saat menghadap penyidik. Kejadian ini menjadi babak baru dalam rentetan kasus narkoba yang sebelumnya juga telah menyeret mantan Kasat Narkoba Polres Bima Kota ke jeruji besi.
Hingga saat ini, proses hukum terhadap eks pejabat kepolisian tersebut terus berjalan untuk mendalami lebih lanjut keterlibatannya dalam jaringan narkotika tersebut.
Audit Strategis: Kronologi Kasus Narkoba Eks Pejabat Polres
Data berikut merangkum poin-poin utama berdasarkan fakta yang dilaporkan, menyoroti kejadian unik di ruang pemeriksaan.
Kejadian “Skenario Gagal” ini menjadi lonceng kematian bagi integritas di jajaran bawah Polda NTB jika tidak segera dilakukan pembersihan total. Sang mantan kapolres, yang dulunya berkuasa penuh atas penegakan hukum di Bima Kota, kini harus merasakan dinginnya lantai sel yang dulu sering ia gunakan untuk mengurung para pesakitan.




