AMBARA — Hujan lebat yang mengguyur Mataram pagi ini bukan hanya soal jemuran yang gagal kering, tapi soal “perang urat saraf” di dapur. Saat harga cabai rawit di Pasar Mandalika tembus Rp80.000/kg, para Ambara (Emak-Emak Berdaya) Mataram mendadak berubah menjadi analis logistik kelas berat, menyaingi ketajaman data BNPB.
Hujan mungkin bikin malas gerak (mager), tapi bagi Emak-emak Mataram, ini adalah momen tepat untuk mengaktifkan jurus “Add to Cart” sambil memantau radar BMKG Zainuddin Abdul Madjid.
Audit Perilaku Belanja “Mager” di Tengah Hujan Mataram




