ANALISIS GETNEWS

Strategi “Fisik Lapis Dua” Menkeu Purbaya – Pahit di Depan, Manis di Akhir

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa (Kemenkeu)

JAKARTA, GETNEWS. — Di balik angka-angka triliunan APBN yang dirilis Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, tim riset Getnews menemukan sebuah pola menarik yang kami sebut sebagai “Strategi Fisik Lapis Dua” (Double-Layered Fiscal Strategy).

​Strategi ini adalah kunci mengapa ekonomi Indonesia tetap tegak di tengah badai global. Lapis pertama adalah Transparansi Taktis, di mana pemerintah secara jujur mengakui tekanan pada pendapatan negara. Namun, lapis kedua adalah Ekspansi Berani, di mana belanja negara justru digenjot hingga Rp2.911,8 Triliun sebagai bantalan ekonomi rakyat.

📊 Anatomi Strategi Fisik Lapis Dua (Analisis Getnews)

Strategi Fisik Lapis Dua Decoding: Double-Layered Fiscal Strategy (Dec 2025)
Lapisan FiskalAksi Strategis & Dampak
LAPIS 1:
Transparansi Taktis
Aksi: Mengakui tekanan pendapatan negara secara terbuka.
Dampak: Menjaga kepercayaan investor (Defisit terjaga 2,35% terhadap PDB).
LAPIS 2:
Ekspansi Berani
Aksi: Menambah belanja negara (Rp2.911,8 T) & TKD (Rp795,6 T).
Dampak: Memacu PMI Manufaktur ke rekor 53,3 & menjaga daya beli daerah.
“Keseimbangan antara kejujuran fiskal dan keberanian belanja.”

Kesimpulan Insight

​Inilah alasan mengapa meskipun nilai tukar Rupiah sempat menyentuh level Rp15.985, stabilitas ekonomi secara keseluruhan tetap dianggap prudent atau hati-hati oleh pasar global. Menkeu Purbaya tidak sedang bermain aman; ia sedang memainkan ritme fiskal yang sangat teknis: pahit di laporan pendapatan, namun manis di realisasi pertumbuhan industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *