GETNEWS. — Di tengah tantangan geografis yang kian berat akibat cuaca ekstrem, kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan TNI menunjukkan level baru dalam manajemen krisis pangan. Penyaluran total 18 ton beras ke Aceh Tengah dan Bener Meriah bukan sekadar distribusi logistik biasa, melainkan sebuah operasi percepatan yang menggabungkan kekuatan darat dan udara.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga ini adalah wujud nyata negara hadir untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.
📊 Peta Distribusi Logistik Pangan Aceh (Tahap IV)
*Data Operasi Percepatan Pangan Kementan-TNI per 21-22 Desember 2025.
Analisis Getnews: Mengapa Strategi Lintas Jalur Sangat Krusial?
Berdasarkan pengamatan Getnews, penggunaan metode khusus “motoris” oleh personel TNI dari Korem 011/Lilawangsa adalah solusi paling taktis saat ini:
- Penetrasi “Last Mile”: Dengan membawa 25 kg beras per personel, tim motoris mampu menjangkau titik-titik pedalaman yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat akibat longsor atau medan yang licin pasca-hujan lebat.
- Efektivitas Waktu: Target 10 ton yang harus tuntas dalam 2 hari menunjukkan rasa urgensi (sense of urgency) yang tinggi. Inspektur Jenderal Kementan, Irham Waroihan, mengawal ketat agar bantuan ini tidak menumpuk di gudang, melainkan langsung sampai ke piring masyarakat.
- Keseimbangan Stok: Sementara jalur darat menyisir desa-desa, jalur udara melalui pesawat Hercules memastikan stok di pangkalan aju tetap terjaga, mencegah terjadinya kekosongan pasokan di tengah kondisi darurat.
Langkah kolaboratif ini sejalan dengan visi besar ketahanan pangan nasional, di mana distribusi tidak boleh terhenti oleh kendala infrastruktur. Sinergi Kementan, TNI, Bapanas, dan BNPB membuktikan bahwa dalam kondisi bencana, koordinasi adalah kunci utama keselamatan rakyat.
infopublik.id




