Curhat Ketua KNPI: Setelah 1 Korban Jiwa Jatuh, Kenapa Polisi Masih Menunggu Koordinasi? Segera Police Line dan Buru Backer-nya!
”Pak Budi, gue mau promosi Mandalika nih, Pak! World-class circuit, pantai indah, pasir putih… dan… Tambang Emas Ilegal di sebelah gerbangnya!“
Aziz, si guide pariwisata yang selalu galau kalau lihat data BPS ini, hari itu benar-benar marah. Kawasan penambangan emas ilegal di perbukitan Prabu, Desa Kuta, Lombok Tengah, kini menjadi sorotan setelah satu penambang, Helmadi (39), ditemukan meninggal pada 30 November 2025.
”Bayangkan, Pak Budi! Lokasinya cuma beberapa ratus meter dari kawasan wisata internasional Mandalika! Ini namanya bukan kecolongan, ini namanya membiarkan tindak pidana merusak reputasi investasi!”
💀 Tragedi Ratusan Meter dari Investasi
Kematian Helmadi menjadi bukti nyata bahwa aktivitas penambangan ini tidak hanya ilegal tetapi juga mematikan.
Pelanggaran Keras: Aktivitas ini sudah berlangsung beberapa minggu, menarik penambang dari berbagai daerah, dan sama sekali tidak dilengkapi standar keselamatan kerja. Area tersebut rawan longsor.
Risiko Reputasi: Ketua KNPI Lombok Tengah, Sri Anom Putra Sanjaya, menegaskan bahwa keberadaan tambang emas ilegal ini berpotensi merusak ekosistem dan mengancam pengembangan pariwisata Mandalika. “Investor bisa menjauh,” katanya.
🐢 Jebakan ‘Koordinasi’ Pemda
Aziz menyoroti lambatnya respons pemerintah daerah yang terkesan menunggu-nunggu, padahal isu ini sudah lama dikeluhkan masyarakat.
Sri Anom meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan lugas, tanpa alasan birokrasi: “Kalau sudah ilegal, ngapain tunggu pemkab dan pemprov berkoordinasi? Ini jelas-jelas tindak pidana…”.
Frasa “tunggu koordinasi” adalah jebakan birokrasi yang sering digunakan pejabat untuk menunda tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum. Padahal, penambangan ilegal adalah tindak pidana perusakan lingkungan hidup yang harus ditindaklanjuti polisi (Kapolda/Kapolres).
🎯 Buru Backer dan Selamatkan Citra NTB
Tuntutan KNPI Lombok Tengah sangat jelas dan strategis:
Tutup dan Pasang Police Line: Aparat harus segera menutup lokasi dan memasang police line.
Buru Backer: KNPI meminta agar kepolisian tidak hanya terfokus pada kematian korban, namun juga memburu siapa yang membackup tambang ilegal ini.
Lombok Tengah harus memilih. Apakah Lombok ingin menjadi tuan rumah investasi internasional (Mandalika) atau menjadi wilayah yang diremehkan karena membiarkan tindak pidana terjadi ratusan meter dari gerbang utamanya? Penegakan hukum tidak boleh menunggu koordinasi, ia harus dilakukan sekarang.
Tautan Sumber:
• <a href=”https://www.antaranews.com/berita/5282085/polri-tambang-emas-ilegal-mandalika-berjalan-sepekan“>ANTARA News – Polri: Tambang emas ilegal Mandalika berjalan sepekan</a>
• <a href=”https://lombokpost.jawapos.com/praya/1506898397/penambangan-emas-ilegal-di-kuta-lombok-tengah-renggut-nyawa-hemaldi-tiga-lainnya-kritis“>Lombok Post – Penambangan Emas Ilegal di Kuta Lombok Tengah Renggut Nyawa Hemaldi, Tiga Lainnya Kritis!</a>
• <a href=”https://rri.co.id/ntb/kriminalitas/2022895/polres-lombok-tengah-usut-kematian-penambang-emas-ilegal“>RRI.co.id – Polres Lombok Tengah Usut Kematian Penambang Emas Ilegal</a>
Tim Redaksi




