EKONOMI

Target Pertumbuhan 8%: Menkeu Purbaya Yudhi Siapkan Fondasi Ekonomi Berkelanjutan Menuju Negara Maju

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungannya terhadap perubahan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Hal ini disampaikannya dalam Financial Forum yang diselenggarakan Jakarta pada Rabu (03/12).(Dok Kemenkeu)

JAKARTA, getnews – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi besar pemerintah untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional dalam program Economic Outlook 2026 Kompas TV, Selasa (16/12). Menkeu menegaskan bahwa meskipun APBN 2026 menargetkan angka 5,4%, target jangka panjang tetap dipatok pada level 8% demi menyerap angkatan kerja secara maksimal.

​Fokus utama Kemenkeu adalah memperkuat fondasi ekonomi melalui revitalisasi sektor strategis dan optimalisasi pasar modal agar perusahaan nasional mampu tumbuh lebih besar.

Baca juga: Menghapus Utang di Atas Lumpur: Saat Kemenkeu Menjadi ‘Malaikat’ bagi Infrastruktur yang Karam

Visi dan Target Ekonomi Indonesia 2026

​Berikut adalah poin-poin strategis yang disampaikan Menkeu untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas nasional:

Parameter EkonomiTarget & FokusTujuan Akhir
Target Pertumbuhan 20265,4% (Optimis Melampaui)Penyerapan tenaga kerja, harga pokok terjangkau, dan keluar dari Middle Income Trap.
Target Jangka Panjang8,0%
Sektor StrategisManufaktur, Pertanian, Energi, & Pasar ModalMendorong sektor stagnan agar kembali produktif.
Visi Negara Maju10 – 15 Tahun ke DepanIndonesia menjadi negara maju dan sejahtera.

Pasar Modal sebagai Pilar Utama

​Menkeu Purbaya menekankan bahwa penguatan iklim investasi dan pasar modal bukan sekadar angka di bursa, melainkan mesin pertumbuhan bagi korporasi di Indonesia.

“Fokus saya adalah menjaga fondasi perekonomian. Capital market akan ikut karena size of company akan bertumbuh juga,” terang Menkeu.

Dampak Langsung bagi Rakyat

​Pemerintah berkomitmen bahwa angka pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif. Indikator keberhasilan kebijakan fiskal ini akan diukur melalui:

  1. Akses Pekerjaan: Kemudahan mencari kerja bagi jutaan pencari kerja baru.
  2. Stabilitas Harga: Menjamin harga kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat.

​Menkeu menutup diskusi dengan optimisme tinggi bahwa dengan pengelolaan ekonomi yang tepat dan kolaborasi sektor publik-swasta, Indonesia akan mampu melampaui tantangan sistemik dan tumbuh lebih kuat di tahun 2026.

Kemenkeu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *