NEWS SUMATRA

Target “Ramadan di Rumah”: Pemerintah Kejar Pembangunan Huntara & Sumur Bor di Aceh

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi lokasi terdampak bencana di Posko Pengungsi yang berlokasi di SD Negeri 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, pada Kamis, 18 Desember 2025. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, GETNEWS. – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan target ambisius untuk menyelesaikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir dan longsor di Aceh sebelum pertengahan Februari 2026. Langkah ini diambil agar ribuan keluarga terdampak dapat menyambut bulan suci Ramadan dalam kondisi yang lebih layak, aman, dan tidak lagi berada di tenda pengungsian.

​Kepala Pusdatin BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa paralel dengan pembangunan fisik, pemerintah juga memastikan aspek legalitas lahan telah tuntas guna menghindari konflik sosial di masa depan.

Peta Pemulihan Infrastruktur Dasar Aceh

​Fokus pembangunan saat ini tersebar di wilayah terdampak paling parah dengan mengedepankan dua kebutuhan dasar: Papan dan Air Bersih.

Fokus PemulihanWilayah Prioritas & Aksi Nyata
Pembangunan HuntaraAceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, & Aceh Tamiang. (Target Selesai: Pertengahan Feb 2026).
Status LahanClean and Clear melalui penetapan lokasi dan dana pemulihan lahan kepada masyarakat.
Krisis Air BersihPembangunan puluhan titik Sumur Bor & distribusi Truk Tangki (Utamanya di Aceh Tamiang).
Mitigasi LanjutanSinergi TNI, Polri, dan Relawan dalam distribusi logistik harian.

Sumur Bor sebagai Solusi Jangka Panjang

​Khusus di wilayah Aceh Tamiang, di mana jaringan PDAM mengalami kerusakan berat, pembangunan sumur bor menjadi atensi khusus. Fasilitas ini dirancang tidak hanya untuk kebutuhan darurat di lokasi Huntara, tetapi juga akan diintegrasikan menjadi sumber air bersih bagi hunian tetap (Huntap) di masa mendatang.

Sinergi untuk Ramadan yang Layak

​Pemerintah optimistis dengan kolaborasi antara kementerian teknis dan aparat keamanan, proses pemulihan Aceh akan berjalan berkelanjutan. Target “Ramadan di Rumah” bukan sekadar janji administratif, melainkan bentuk komitmen negara dalam memanusiakan warga yang terdampak bencana paling hebat di akhir tahun 2025 ini.

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *