GET CORNER Sumbawa Barat

Tenun Mantar Go International! Merliza Kenalkan Kekayaan Budaya KSB di Panggung Asia Tenggara

Merliza menggunakan baju dari kain Tenun Mantar berpose dengan latar Marina Bay Sand Singapore (Dok. Pribadi)

Jakarta, getnews – Ada momen kebanggaan yang hadir dari Indonesia Arena pada Peringatan Hari Guru Nasional 2025.

Siapa sangka, perwakilan dari Sumbawa Barat (KSB) berhasil mencuri perhatian peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara, bukan hanya karena wawasan kebijakan, tetapi berkat sehelai kain tenun yang indah.

Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KSB, Merliza, S.Sos.I., M.M., kembali menorehkan prestasi dengan menjadi salah satu peserta terpilih dalam International Parliamentarians Forum for Freedom of Religion or Belief (IPPFoRB) Regional Academy di Singapura.

Tenun Mantar dan Bumi Pariri Lema Bariri Curi Perhatian Global

Di tengah sesi diskusi serius tentang toleransi dan pluralisme, politisi perempuan yang akrab disapa Bu Merliza ini memanfaatkan kesempatan emas untuk menjadi duta budaya KSB.

Dok. Pribadi Merliza

Ia dengan bangga memperkenalkan Tenun Mantar sebagai warisan budaya tak benda khas Sumbawa Barat yang memiliki nilai filosofis dan estetika tinggi. Cenderamata berupa kain Tenun Mantar yang dibawanya berhasil memukau para anggota parlemen dan pemimpin muda dari berbagai negara.

“Ini adalah momentum yang tepat untuk menunjukkan bahwa Sumbawa Barat tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang adiluhung. Tenun Mantar adalah bukti nyata kreativitas dan ketelitian para perempuan Sumbawa Barat. Saya ingin dunia tahu dan jatuh cinta dengan keindahan budaya kita,” ujar Merliza.

Selain mempromosikan kain tenun, ia juga memperkenalkan berbagai destinasi wisata unggulan KSB, mulai dari pesona pantai, keindahan bawah laut, hingga keramahan budaya lokal.

Komitmen Toleransi dari Forum Global

Keikutsertaan Merliza di forum internasional yang fokus pada Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (FoRB) ini bukanlah sekadar jalan-jalan. IPPFoRB adalah jaringan global para anggota parlemen yang berdedikasi memajukan toleransi dan pluralisme. Kehadiran Merliza menegaskan komitmen Indonesia, khususnya Sumbawa Barat, terhadap harmoni sosial.

Cari Lebih Tentang NTB: Bukan Tol, Tapi Bypass! Strategi NTB Connected Siap Pangkas Waktu “Jenuh” Lembar-Kayangan Jadi di Bawah 2 Jam

Selama tiga hari, academy tersebut diisi dengan sesi diskusi mendalam tentang cara melindungi hak-hak kelompok minoritas. Merliza aktif menyampaikan perspektif Indonesia yang dikenal dengan konteks sosial-kemasyarakatan yang harmonis di KSB.

Membawa ‘Ilmu Singapura’ untuk Kebijakan yang Lebih Adil

Merliza memastikan pengalaman dan jaringan yang diperolehnya di Singapura tidak akan sia-sia. Pengetahuan mengenai kebijakan inklusif di tingkat global akan dibawa pulang untuk memperkaya legislasi di tingkat daerah.

“Pengalaman ini sangat memperkaya wawasan. Prinsip kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah pilar penting dalam membangun masyarakat yang damai dan sejahtera. Semangat dan pelajaran dari Singapura ini akan saya terjemahkan dalam fungsi oversight dan legislasi di DPRD untuk kemajuan Sumbawa Barat yang lebih baik dan berkeadilan,” pungkasnya.

Dengan langkah strategis ini, Merliza tidak hanya menempatkan isu toleransi dalam agenda kerjanya, tetapi juga secara aktif membawa nama Sumbawa Barat bersaing dan bersinar di kancah regional Asia Tenggara. (Emha)