Lombok Barat

Tes Urine Mendadak, 100% Negatif Buktikan Integritas Pegawai dan Warga Binaan

LOMBOK BARAT, getnews.co.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat mempertegas komitmennya sebagai wilayah bebas narkoba melalui pelaksanaan tes urine mendadak, Rabu (7/1/2026). Pemeriksaan yang menyasar 30 orang pegawai dan 25 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tersebut menunjukkan hasil 100% Negatif, sebuah capaian yang memperkuat kredibilitas institusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

​Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menyatakan bahwa sidak medis ini merupakan bentuk deteksi dini untuk memutus rantai peredaran gelap narkotika di dalam Lapas. “Kegiatan ini adalah pengawasan internal konsisten. Kami pastikan seluruh jajaran dan warga binaan berada di lingkungan yang bersih dan berintegritas,” tegasnya.

Dashboard Pengawasan: Hasil Tes Urine P4GN Lapas Lobar

​Pemeriksaan dilakukan secara acak oleh Tim Satops Patnal dan Tim Medis guna menjamin akurasi dan kerahasiaan operasi.

Narcotics Clearance Report: Class IIA Lombok Barat
Subjek PemeriksaanJumlah SampelHasil Akhir
Pegawai Lapas (Internal)30 OrangNEGATIF
Warga Binaan (WBP)25 OrangNEGATIF
Metode PemeriksaanAcak & Mendadak (In-house Medical Team)
Sumber: Laporan Satops Patnal Lapas Lombok Barat | Januari 2026

Mendukung 15 Program Aksi Kementerian

​Operasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan implementasi langsung dari kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kalapas M. Fadli menekankan bahwa transparansi hasil tes ini menjadi bukti dukungan penuh jajarannya terhadap program strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan guna menciptakan institusi yang bersih dan aman.

Langkah Preventif Berkelanjutan

​Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) memastikan bahwa ruang bagi penyalahgunaan narkotika akan terus dipersempit melalui pengawasan ketat dan pemeriksaan berkala. Dengan terciptanya lingkungan yang kondusif, program pembinaan bagi Warga Binaan diharapkan dapat berjalan lebih optimal, menjamin mereka siap kembali ke masyarakat dengan integritas baru yang bebas dari ketergantungan obat terlarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *