LABUAN BAJO, getnews.co.id — Tim SAR Gabungan kembali berhasil menemukan satu jenazah yang diduga merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol, korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo. Penemuan ini menambah daftar korban jiwa dalam insiden yang kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat terkait standar keselamatan pelayaran wisata bahari.
Operasi pencarian yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, dan relawan ini dilakukan di tengah kondisi cuaca yang fluktuatif. Jenazah ditemukan dalam kondisi yang masih dapat diidentifikasi secara fisik dan segera dievakuasi menuju RSUD Komodo untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.
Dashboard Operasi SAR: KM Putri Sakinah
Eskalasi pencarian difokuskan pada koordinat tenggelamnya kapal dengan mempertimbangkan arah arus laut yang cukup kuat dalam beberapa hari terakhir.
| Parameter Operasi | Detail Penemuan Terkini |
|---|---|
| Identitas Korban Baru | Diduga WNA Spanyol. |
| Lokasi Penemuan | Sektor perairan sekitar titik karamnya KM Putri Sakinah. |
| Unsur Terlibat | Basarnas, TNI AL, Polairud, DVI Polri. |
| Status Operasi | LANJUT (Penyisiran Sektor Perluasan). |
Alarm bagi Pariwisata Eksklusif
Insiden KM Putri Sakinah menjadi “tamparan keras” bagi tata kelola wisata bahari di Labuan Bajo. Penemuan korban WNA ini diprediksi akan memicu tekanan diplomatik serta sorotan dari pasar pariwisata internasional. Pihak otoritas pelabuhan kini didesak untuk memberikan penjelasan transparan mengenai pemberian izin berlayar (SPB) di tengah peringatan cuaca buruk yang telah dikeluarkan BMKG sebelumnya.
Proses Identifikasi dan Koordinasi
Pemerintah daerah bersama pihak Kepolisian saat ini tengah melakukan koordinasi dengan pihak kedutaan terkait untuk proses repatriasi jenazah. Selain pencarian fisik, investigasi mengenai penyebab pasti tenggelamnya kapal terus dilakukan, mencakup pemeriksaan manifes penumpang serta audit kelayakan teknis kapal wisata yang bersangkutan.
Masyarakat dan pelaku wisata diimbau untuk sepenuhnya mematuhi instruksi syahbandar guna menghindari tragedi serupa di masa depan.




