DIGITAL Nasional Peristiwa

Transmisi ‘Nol Gangguan’, Tapi Listrik Menghambat! Menkomdigi: Ribuan BTS Siap Nyala Begitu Suplai Stabil

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggelar rapat koordinasi percepatan pemulihan akses telekomunikasi pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Pertemuan berlangsung di Balai Monitoring Medan, Senin (1/12/2025), dipimpin langsung Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. (Foto: Dherma/Infopublik.id)

MEDAN, getnews – Perjuangan pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatra pascabencana kini memasuki babak akhir yang kritis. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa tim teknis dan operator telah berhasil menuntaskan masalah transmisi. Kini, tantangan terbesar hanyalah satu: menunggu pasokan listrik stabil.

Baca juga: Listrik Padang Hampir 100%! Presiden Prabowo Konfirmasi Akses Darat Mulai Terbuka Pasca Kunjungan Maraton ke Sumatra

​Hal tersebut disampaikan Menkomdigi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pemulihan Akses Telekomunikasi di Balai Monitoring Medan, Sumatra Utara, Senin (1/12/2025).

Ribuan BTS Pulih, Listrik Menjadi ‘PR’ Terakhir

​Meutya Hafid menjelaskan, tim gabungan telah bekerja luar biasa. Meskipun gangguan BTS sempat melonjak hingga lebih dari 2.400 titik pada puncaknya, kini jaringan transmisi sudah hampir sempurna.

“Hari ini transmisi sudah ditekan mendekati titik nol gangguan. Begitu suplai listrik kembali stabil, BTS bisa langsung pulih,” jelas Meutya.

​Keberhasilan ini dicapai berkat kerja keras dan fokus yang luar biasa. Sejak 25 November, lebih dari 700 titik BTS telah kembali beroperasi normal, memastikan masyarakat bisa menghubungi keluarga dan mengakses informasi resmi.

Instruksi Presiden dan Mobilisasi Pimpinan dari Jakarta

​Rakor ini menunjukkan keseriusan pemerintah. Menkomdigi menegaskan bahwa Presiden telah menginstruksikan seluruh unsur untuk bergerak terpadu.

​Untuk memastikan penanganan optimal, seluruh pimpinan operator seluler, Telkom, hingga PT Pos Indonesia diterbangkan langsung dari Jakarta.

​Meutya juga menekankan aspek kemanusiaan: sebagian besar teknisi dan kru operator di lapangan turut menjadi korban banjir, namun mereka tetap bekerja untuk mempercepat pemulihan jaringan, menunjukkan dedikasi tinggi.

​”Fokus kami sejak hari pertama adalah mempercepat pemulihan akses komunikasi agar masyarakat bisa menghubungi keluarga, menerima informasi resmi, dan mengakses layanan darurat,” pungkas Meutya, menjamin stabilitas layanan komunikasi akan menjadi prioritas hingga jaringan pulih secara menyeluruh. (Emha)

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *