MATARAM — Universitas Mataram (Unram) mempertegas komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai pemecah masalah (problem solver) di tengah masyarakat. Melalui forum Brainstorming Implementasi Program Profesor Berdampak, Unram merumuskan strategi transformasi besar guna memastikan kepakaran para guru besar memberikan dampak langsung dan berkelanjutan bagi pembangunan daerah dan nasional.
Pijakan utama gerakan ini adalah visi “Kampus Berdampak” yang digagas oleh Rektor Unram. Visi ini menuntut perubahan paradigma; dari keilmuan yang bersifat teoretis menuju aksi nyata yang menyentuh persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan melalui pendekatan multidisiplin yang terintegrasi.
Transformasi Paradigma: Dari Publikasi ke Implementasi
Forum diskusi intensif ini menyoroti bahwa gelar profesor bukan sekadar capaian administratif, melainkan amanah besar untuk menghadirkan inovasi. Unram berkomitmen untuk memfasilitasi para profesor agar keilmuan mereka hadir dalam bentuk:
- Pendampingan Intensif: Menjadikan desa-desa di NTB sebagai laboratorium hidup untuk penerapan teknologi tepat guna.
- Inovasi Multidisiplin: Kolaborasi lintas fakultas untuk menyelesaikan masalah kompleks, seperti stunting, ketahanan pangan syariah, dan digitalisasi UMKM.
- Penyelesaian Persoalan Berkelanjutan: Program tidak lagi bersifat seremonial, melainkan memiliki indikator keberhasilan jangka panjang yang terukur bagi kesejahteraan masyarakat.
Membangun Ekosistem Inovasi yang Inklusif
Rektor Unram menekankan bahwa Unram harus menjadi episentrum perubahan di Nusa Tenggara Barat. Dengan sumber daya intelektual yang melimpah, program Profesor Berdampak akan menjadi jembatan emas bagi dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil untuk berkolaborasi dalam satu ekosistem inovasi.
”Unram berkomitmen untuk selalu menghadirkan dampak. Kita ingin setiap riset yang lahir memiliki ‘kaki’ untuk berjalan di tengah masyarakat dan memiliki ‘tangan’ untuk merangkul persoalan sosial secara nyata,” pungkasnya. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target-target strategis NTB menuju daerah yang mandiri dan kompetitif secara global.




