Nasional SUMATRA

Update Bencana Sumatra: Korban Jiwa Capai 1.112 Orang

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdatin BNPB), Abdul Muhari dalam pemaparan perkembangan penanganan bencana, Selasa (23/12/2025). (Foto: Pasha Yudha Ernowo/Youtube BNPB) getnews

JAKARTA, GETNEWS. – Pemerintah terus berpacu dengan waktu dalam menangani dampak cuaca ekstrem di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hingga Selasa (23/12), BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.112 jiwa, dengan 176 orang masih dinyatakan hilang. Di tengah suasana duka, fokus pemerintah kini mulai bertransisi dari tanggap darurat menuju pemulihan infrastruktur dan hunian.

​Kepala Pusdatin BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa target utama saat ini adalah memastikan hampir setengah juta pengungsi mendapatkan tempat tinggal yang layak sebelum memasuki awal Ramadan tahun depan.

Data Terkini Dampak & Penanganan Bencana (Per 23 Des 2025)

​Skala pengungsian yang masif menuntut logistik yang luar biasa besar dan strategi modifikasi cuaca yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Sektor PenangananStatus / Capaian Terkini
Kemanusiaan1.112 Meninggal, 176 Hilang, 498.447 Jiwa Mengungsi.
Infrastruktur AcehJembatan strategis (Meredeu, dkk) fungsional; Lintas Bireuen-Bener Meriah pulih bertahap.
HuntaraTarget selesai Februari 2026 (Sebelum Ramadan). Konstruksi fisik dimulai di Sumbar.
Modifikasi CuacaPengerahan armada terbesar (9 Pesawat) untuk cegah hujan ekstrem lanjutan.
Logistik1.266 Ton bantuan tersalurkan via Halim Perdanakusuma.

Akses Terisolasi dan Air Bersih

​Wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah masih menjadi titik tersulit. Meskipun roda empat ditargetkan bisa melintas sebelum tutup tahun, saat ini baru kendaraan roda dua yang bisa menembus beberapa ruas. Di Aceh Tamiang, fokus utama dialihkan pada penyediaan air bersih melalui sumur bor dan truk tangki karena kerusakan jaringan pipa yang masif.

Operasi Modifikasi Cuaca Terbesar

​Untuk menjamin proses perbaikan jembatan Bailey dan pembangunan Huntara tidak terganggu, BNPB bersama BMKG mengoperasikan sembilan pesawat penyemai awan. “Operasi ini akan terus dilakukan hingga fase transisi berakhir agar upaya perbaikan tidak terhambat cuaca ekstrem,” kata Abdul Muhari.

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *