PANGKEP, getnews.co.id — Harapan mulai merebak di kaki Gunung Bulusaraung. Memasuki hari kedua operasi pencarian pesawat ATR 42-500 (PK-THT) milik Indonesia Air Transport, Helikopter H-225M Caracal dari Skadron Udara 8 TNI AU dilaporkan berhasil melakukan reconnaissance (pemantauan udara) pada ketinggian rendah meskipun cuaca di perbatasan Maros-Pangkep masih sangat fluktuatif.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengonfirmasi bahwa tim udara telah memantau adanya titik api dan serpihan yang lebih masif di lereng gunung.
“Tim udara telah memantau adanya titik api di daerah Gunung Lapihao, Kecamatan Leang-leang. Pemantauan mendalam dari helikopter Caracal menjadi kunci sebelum kami menggerakkan tim darat menuju titik api secara presisi,” tegas Bangun Nawoko.
Temuan Fisik: Pintu Besi dan Atribut KKP
Tim BPBD Pangkep yang dipimpin oleh Herianti Tualle mengonfirmasi temuan para pendaki di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut (MdPL). Di lokasi tersebut ditemukan pintu besi pesawat, serpihan yang terbakar, serta potongan baju berlogo Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal ini memastikan bahwa pesawat Mission PSDKP tersebut mengalami benturan keras di lereng cadas.




