TAKENGON, getnews.co.id — Di balik kemajuan digital yang diagungkan di kota-kota besar, potret kusam kemanusiaan justru terpapar jelas di pedalaman Aceh Tengah. Hingga Kamis (15/1/2026), sebanyak 24 desa di lima kecamatan masih terisolasi total akibat bencana hidrometeorologi yang menerjang sejak akhir November 2025.
Banjir bandang dan tanah longsor telah memutus urat nadi ekonomi dan akses layanan dasar bagi 10.914 jiwa. Data BPBD Aceh Tengah menunjukkan bahwa Kecamatan Ketol menjadi wilayah paling parah dengan sembilan desa yang benar-benar terkunci dari dunia luar.
“Akses darat menjadi tantangan utama karena longsor dan putusnya sejumlah jembatan. Penanganan dilakukan bertahap, namun prioritas kami adalah membuka kembali jalur agar distribusi bantuan tidak terhenti,” ujar Murthalamuddin, Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Aceh.
“Getnews menilai keterisolasian yang memakan waktu hampir dua bulan ini sebagai bukti rapuhnya mitigasi bencana di wilayah pegunungan. Ketika ‘Jembatan Mulie’ dan ‘Jembatan Gantung Langit’ putus, bukan hanya beton yang runtuh, tapi juga akses terhadap kesehatan dan pangan bagi ribuan jiwa. Kita bicara tentang Indonesia Emas 2045, tapi di Aceh Tengah, warga masih harus menunggu ekskavator datang hanya untuk bisa keluar desa. Ini adalah pengingat bahwa pemerataan pembangunan bukan hanya soal jalan tol di Jawa, tapi jembatan permanen di pelosok Gayo.”
Titik Kritis: Dari Ketol hingga Linge
Kecamatan Ketol mencatat dampak sosial terbesar dengan 4.951 jiwa terisolasi. Meski beberapa desa seperti Serempah dan Bah sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, jalur untuk kendaraan roda empat—yang krusial bagi angkutan logistik besar—masih lumpuh total.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Linge. Putusnya Jembatan Kala Ili dan longsor masif membuat desa-desa bersejarah seperti Desa Linge dan Jamat kehilangan koneksi darat. Sebanyak 2.362 jiwa di wilayah ini kini hanya bergantung pada pasokan terbatas yang mampu menembus jalur tikus.
Matriks Krisis: Sebaran Desa Terisolasi Aceh Tengah
| Kecamatan | Jumlah Desa | Jiwa Terdampak | Kendala Utama |
|---|---|---|---|
| Ketol | 9 Desa | 4.951 | Jembatan Putus & Longsor Masif. |
| Rusip Antara | 5 Desa | 2.765 | Kerusakan Jembatan & Akses Terjal. |
| Linge | 7 Desa | 2.362 | Jembatan Kala Ili Putus. |
| Bintang & Silih Nara | 3 Desa | 836 | Longsor Menutup Total Badan Jalan. |
Pemerintah daerah bersama unsur TNI/Polri kini tengah mengintensifkan pembukaan jalur darat sementara. Fokus utama adalah pembersihan material longsor yang menimbun jalan utama menuju Desa Serule dan perbaikan jembatan darurat di wilayah Silih Nara.
Negara harus hadir lebih cepat. Jangan sampai warga di pedalaman Aceh Tengah merasa mereka hidup di pulau yang berbeda, sementara narasi kemajuan Indonesia terus dipacu di Jakarta.
Artikel ini diolah berdasarkan rilis berita resmi yang diterbitkan oleh Portal Komunikasi Publik (InfoPublik.id).




